Cuaca Ekstrem Masih Intai Bangka Belitung

BMKG mengindikasikan adanya potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia pada 3-8 Oktober 2022.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
HUJAN - Hujan mengguyur wilayah Kota Pangkalpinang, Sabtu (25/6/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengindikasikan adanya potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia pada 3-8 Oktober 2022.

Bahkan, BMKG memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem untuk periode tersebut, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji, mengatakan, Bangka Belitung sebenarnya masih mengalami musim kemarau, tepatnya di penghujung kemarau.

Namun, adanya fenomena dipole mode negatif dan gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial membuat Bangka Belitung sering diguyur hujan walaupun masih berada di musim kemarau.

Kurniaji menuturkan, sejak beberapa pekan lalu, kondisi cuaca di Negeri Serumpun Sebalai masih dipengaruhi kuat oleh fenomena dipole mode bernilai negatif dan gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial.

Dengan dipole mode index (DMI) yang bernilai -0,67, maka suplai uap air dari wilayah Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat masih signifikan.

Alhasil, aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat, termasuk wilayah Bangka Belitung, pun signifikan.

Sementara itu, gelombang Rossby Ekuatorial juga merupakan fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup intens dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya (20 LU-20 LS).

"Dua fenomena tersebutlah yang menyebabkan kita masih banyak hujan walaupun masih berada di kemarau," kata Kurniaji kepada Bangka Pos, Selasa (4/9/2022).

"Sesuai informasi dari Stasiun Klimatologi Koba, musim hujan diprakirakan mulai di dasarian III/IV bulan Oktober," ujarnya.

Hujan lebat disertai petir

Sementara itu, melansir Kompas.com, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektivitas serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin.

Hal itulah yang kemudian meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (3/10), BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem untuk periode 3-8 Oktober 2022.

Adapun cuaca ekstrem yang dimaksud yakni curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved