Kabar Belitung

TAPD Akomodir Anggaran Porprov 2023

Hal ini dikarenakan batas akhir pengusulan anggaran sampai Juni tahun berjalan, sedangkan usulan yang disampaikan pada September 2022.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Dede Suhendar
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung Mirza Dallyodi menyayangkan pengurus KONI periode sebelumnya dan Dispora tidak mengagendakan penganggaran untuk Porprov 2023.

Sehingga proposal yang diajukan pengurus KONI yang baru tidak masuk Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

Hal ini dikarenakan batas akhir pengusulan anggaran sampai Juni tahun berjalan, sedangkan usulan yang disampaikan pada September 2022.

"Makanya dalam paripurna lewat Fraksi Bangsa Sejahtera kami pertanyakan itu. Kenapa tidak dianggarkan dan apakah masih ada celah memperjuangkan itu," ujar Mirza saat dihubungiBangka Pos Group, Kamis (6/10).

Politisi dari PKB itu menilai jika tidak dianggarkan secara otomatis Pemkab Belitung terkendala untuk mengikuti event Porprov 2023. Sebab, saat ini seharusnya pengurus cabang olahraga sudah melaksanakan training centre (TC) sebagai langkah persiapan.
Menurutnya kondisi tersebut akan menjadi preseden buruk bagi pemda jika tiba-tiba tidak ikut event empat tahunan tersebut.

"Makanya kami berupaya agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa mengakomodir bagaimana caranya dan DPRD siap mengawal," katanya.

Mirza meminta TAPD mengkaji lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku sebelum rancangan APBD tahun 2023 disahkan.
Nantinya, kata dia, Komisi III juga masih akan membahas anggaran bersama OPD sebagai mitra kerjanya.

Selain itu, Mirza merasa pihak pemda belum responsif terhadap masalah tersebut.

"Sampai saat ini belum ada responsif dari pemda, makanya kemarin kami tanyakan di paripurna," ungkapnya.

Mirza  Dallyodi memahami betul pentingnya dukungan anggaran bagi pengurus cabang olahraga.
Sebab dirinya juga dipercaya sebagai Ketua Pengcab Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Belitung semenjak April 2021 lalu.

Demi menyiasati kondisi tersebut, Mirza terpaksa memanfaatkan anggaran yang ada untuk memaksimalkan latihan atlet.

"Kami dari PGSI tentunya sangat menyayangkan kondisi ini. Karena gulat ini membutuhkan high cost mulai dari TC, suplement, prasarana dan lainnya," katanya.

Bahkan di akhir pekan ini pengcab PGSI Belitung akan menggelar event Kejurda di GOR Tanjungpandan.

Menurutnya Kejurda dan Porprov 2023 sangat penting sebagai barometer PGSI untuk mengikuti Kejurnas di Medan

"Kalau Porprov, atlet kami sudah latihan setiap hari. Tapi untuk ke depannya tetap perlu pendampingan anggaran," katanya. (dol)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved