Senin, 13 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Sopiar Berharap 720 Koperasi di Bangka Belitung Jangan Mati Suri

Koperasi harus bersaing ketat dengan penyedia layanan jasa keuangan lain hingga pinjaman online yang kian marak.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sopiar. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pertumbuhan koperasi kian hari kian tergerus. Koperasi harus bersaing ketat dengan penyedia layanan jasa keuangan lain hingga pinjaman online yang kian marak.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat ada 1.135 unit koperasi, dengan rincian tersisa 720 unit koperasi yang aktif dan 415 unitnya tidak lagi aktif.

Dari total unit koperasi tersebut terhitung ada 41.073 anggota koperasi di Bangka Belitung berdasarkan rekapitulasi data koperasi tingkat provinsi tahun buku terakhir.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sopiar menyebut, pihaknya tak henti-henti terus memberikan pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) kepada pelaku koperasi.

Agar sejumlah koperasi yang masih mengandalkan usaha simpan pinjam tidak dibiarkan mati suri atau tak aktif lagi. Sebab kalah bersaing pelayanan dan kecepatan memberikan pinjaman kepada masyarakat.

Mengingat kata Sopiar, kendala utama koperasi Babel saat ini adalah SDM dan kepengurusan perizinan.

"Yang pastinya setiap koperasi punya kepenguruan masing-masing, kita tetap berharap koperasi di Bangka Belitung ini tetap bisa hidup, melalui koperasi masyarakat Bangka Belitung bisa sejahtera," ujar Sopiar saat ditemui Bangka Pos Group, Rabu (21/9).

Dia menuturkan, koperasi yang sudah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebanyak 262 koperasi. Terbukti tak melaksanakan RAT tiga tahun berturut-turut, koperasi harus dinonaktifkan.

Kata Sopiar, hingga saat ini belum ada koperasi di Bangka Belitung yang ikut serta kedalam pinjaman online (Pinjol) atau sistem peminjaman secara online. Namun ia menegaskan, koperasi di Babel tak ingin tergerus dengan hadirnya pinjaman secara online yang memudahkan para peminjam.

"Kalau pengaruh hadirnya pinjol itu secara signifikan saya rasa tidak juga, kembali lagi ke masyarakat bagaimana mereka menyikapi ini. Ada yang mau praktis tanpa syarat apapun, kemudian terjebak di pinjol, yang jelas koperasi tidak seganas pinjol itu. Nah kita rutin edukasi kepada unit koperasi kita agar tetap eksis dimasa sekarang ini," tuturnya.

Dia juga ingin koperasi di Babel bisa sama seperti daerah lainnya. Dimana proses hilirisasinya berjalan baik.

"Koperasi Babel masih mengurus terkait kelemahannya saja, belum sampai ke hulu dan ke hilirnya saja. Artinya kami melakukan pembinaan, melakukan penelitian kesehatan terhadap koperasi itu. Maka kalau bicara rencana strategis kita masih bicara pertumbuhan koperasi di Babel," ungkapnya. (t2)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved