Senin, 13 April 2026

Berita Bangka

Desa Jurung Bangka Nganggung Bersama

Momen khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan buka puasa enam atau puasa Syawal 1447 Hijriah di Masjid Al Mujahidin Desa Jurung.

Dokumentasi
NGANGGUNG PUASA SYAWAL -Bupati Bangka, Fery Insani hadir di tengah masyarakat Desa Jurung, Kecamatan Merawang dalam acara halalbihalal dan buka puasa syawal 1447 Hijriah di Masjid Al Mujahidin Desa Jurung, Jumat (10/4). 

MERAWANG, BABEL NEWS - Momen khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan buka puasa enam atau puasa Syawal 1447 Hijriah di Masjid Al Mujahidin Desa Jurung, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Jumat (10/4). Duduk bersama di pelataran masjid, suasana silahturahmi yang dibarengi dengan kegiatan halalbihalal itu menjadi momen hangat merajut tali persaudaraan.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat desa setempat berbaur dengan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bangka yang dipimpin langsung oleh Bupati Bangka, Fery Insani. Mereka bersuka cita sambil bercakap-cakap dan menyantap makanan di balik tudung saji pada momen buka puasa syawal tersebut.

Fery Insani menyebut, kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga nilai religius dan budaya lokal. "Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat," kata Fery Insani, Sabtu (11/4).

Ia menyebut, tradisi Nganggung atau Beranggung Sepintu Sedulang sendiri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Bangka yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong. "Kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilestarikan karena menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bangka," jelasnya.

Selain memperkuat nilai religius, tradisi ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat. Dirinya juga mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Jurung yang tetap menjaga tradisi turun-temurun tersebut.

Diakuinya, keberadaan tradisi lokal seperti Beranggung Sepintu Sedulang menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih kuat hidup di tengah masyarakat. "Melalui kegiatan ini diharapkan nilai silaturahmi, kebersamaan, serta semangat menjaga tradisi budaya lokal dapat terus terpelihara dan diwariskan kepada generasi mendatang," harapnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved