Kabar Pangkalpinang

Sintia Rogoh Kocek Demi Fesyen Branded

Keberadaan butik dengan fashion bermerek lokal kian marak hadir di Kota Pangkalpinang.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Konsumen saat berbelanja di butik bermerek lokal Buttonscarves Pangkalpinang. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Keberadaan butik dengan fashion bermerek lokal kian marak hadir di Kota Pangkalpinang. Produk-produk ini pun kian diincar para konsumen baik itu hijab, gamis, kemeja dan lainnya.

Meski memiliki fungsi yang sama dengan produk-produk yang tersedia umumnya, para konsumen pecinta merek fashion ini memiliki alasan tersendiri untuk memilih produk yang dibeli, meski harus mengeluarkan uang yang cukup besar dari produk umumnya.

Sintia, satu di antara penggemar fashion brand seperti Buttonscarves, Kayuni Premium dan produk bermerek lainnya mengungkap tak masalah harus mengeluarkan uang lebih untuk produk bermerek yang dibelinya.

Pasalnya ia mengaku kualitas, kenyamanan dan kemasan yang ditawarkan oleh produk bermerek memiliki kelebihan masing-masing.

"Kebetulan saya suka dengan produk bermerek ini karena pertama kualitas yang ditawarkan memang terjamin, terus produknya juga biasanya lebih bagus. Pokoknya merasa puas dan tidak sia-sia meski harus keluarin uang lebih," ungkap Sintia kepada Bangka Pos Group, Rabu (5/10).

Meningkatnya peminat produk fashion bermerek saat ini dialami oleh brand Buttonscarves dengan produk hijab, tas, aksesoris dan lainnya kian menjadi incaran.

Brand hijab ternama ini menghadirkan produk dengan kualitas premium yang berasal dari brand lokal.

Buttonscarves hadir dengan pilihan hijab premium dengan motif-motif terbaik. Motifnya tergolong sangat unik dengan aneka varian warna. Harga produk yang ditawarkan pun untuk selembar hijab ini berkisar antara Rp225 ribu hingga Rp495 ribu. Sementara untuk harga tas sendiri berkisar mulai dari Rp1 juta.

Pegawai Buttonscarves Pangkalpinang Desi menuturkan, jika saat ini peminat akan produk Buttonscarves memang terjadi peningkatan, dimana target pasar memang merata untuk kalangan menengah.

"Untuk penjualan produk Buttonscarves yang sudah dua tahun buka di Pangkalpinang memang ada peningkatan, apalagi kalau ada launching produk baru biasanya bisa capai ratusan produk terjual, sedangkan untuk hari-hari hanya berada di kisaran 20 lembar untuk hijab," kata Desi.

Ia menyebut, dari semua produk Buttonscarves yang ditawarkan, hijab menjadi pilihan yang banyak dicari konsumen.

"Sejauh ini yang banyak pakai produk Buttonscarves memang kalangan pegawai, seperti PNS, karyawan-karyawan dan lainnya. Dimama selain hijab ada juga beberapa aksesoris dan tas," ujarnya.

Tak hanya mengandalkan penjualan di butik, diakui Desi penjualan online produk Buttonscarves lebih dominan.

"Memang produk Buttonscarves ini produk brand lokal, tetapi yang beli elain dari Bangka Belitung banyak juga yang pesan dari luar daerah lainnya," ucapnya.

Sementara itu baru-baru ini brand fashion Kami. juga menjadi modest fashion lokal bermerek yang juga telah hadir di Pangkalpinang.

Kami. ditujukan bagi perempuan berusia 21-45 tahun yang menginginkan produk exclusive (hanya diproduksi sekali) dengan kualitas pattern dan bahan premium dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp329 Ribu.

Store yang baru dibuka ini juga melihat peluang akan banyaknya peminat fashion exclusive dengan kualitas bermerek yang meningkat di kalangan masyarakat. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved