Kamis, 9 April 2026

Kabar Pangkalpinang

Akademisi Sebut Apotek Perlu Inovasi Manfaatkan Teknologi Terkini

Bisnis apotek mulai banyak digeluti. Pasalnya kehadiran apotek ini menjadi peluang usaha yang berhubungan dengan kesehatan seseorang.

Editor: Rusaidah
Istimewa/Ryand Daddy Setyawan
Dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi UBB Ryand Daddy Setyawan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Bisnis apotek mulai banyak digeluti. Pasalnya kehadiran apotek ini menjadi peluang usaha yang berhubungan dengan kesehatan seseorang.

Keberadaan apotek ini pun di kota-kota besar telah berinovasi dengan menerapkan apotek digital. Sehingga pasien ataupun konsumen yang ingin membeli obat tak perlu antre, bisa melalui layanan antar jemput obat dan COD.

Dosen Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB) Ryand Daddy Setyawan, menuturkan pada era digital, bisnis apotek harus memanfaatkan teknologi terkini untuk menemukan cara baru agar terhubung dengan pasien dimanapun mereka berada dengan aman dan nyaman.

Salah satu fitur yang umumnya terdapat pada apotek digital ini adalah penebusan resep dan percakapan dengan apoteker dengan menggunakan handphone.

Dikatakan Ryan, dari sisi pemilik bisnis apotek digital ini akan memberikan data mengenai riwayat pengobatan, persediaan dan ketersediaan obat, petunjuk penggunaan obat yang tepat dan informasi yang membandingkan biaya dan efektivitas obat resep pasien. Semua fitur tersebut dapat memberikan manfaat kepada pasien dan juga pemilik bisnis.

"Dari sisi pasien, pasien akan lebih patuh terhadap pengobatan dan jika dilihat dari sisi pemilik bisnis akan memudahkan pengelolaan bisnis apotek itu sendiri," ujar Ryan.

Ia mengatakan, manfaat dari apotek digital ini sendiri antara lain terkoneksi langsung dengan pasien atau pelanggan, meningkatkan pengetahuan pelanggan terhadap apotek yang kita miliki, memiliki data pasien yang rapi dan valid, meningkatkan kualitas pelayanan farmasi kepada apoteker dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Selain banyaknya manfaat dari apotek digital ini sendiri, Ryan mengungkapkan ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan seperti tidak dapat menjamin kualitas obat itu sendiri pada saat proses pengiriman ke tempat tujuan.

"Misalnya pengiriman menggunakan ojek online, bisa saja obat disimpan di dalam jok motor yang kondisi suhu di dalam jok motor sangat panas sehingga dapat merusak stabilitas obat tersebut dan dapat mempengaruhi efek dari obat itu sendiri, keterbatasan komunikasi dalam berkonsultasi dengan apoteker," jelas Ryan.

Tak hanya itu para konsumen atau pasien yang ingin membeli obat pun tidak bisa dengan leluasa bertanya atau mendapatkan informasi detail seperti konsultasi yang dilakukan secara langsung di apotek.

Untuk itu apabila menerapkan apotek digital, ia menyarankan agar para pengguna atau pengusaha apotek lebih teliti dalam melayani pasien atau konsumen.

"Salah satu risiko yang cukup fatal yang perlu diperhatikan jika kita menggunakan apotek digital adalah human error yaitu pasien tidak dapat melakukan double check atau pengecekan ulang dengan obat yang diterima yang biasanya dilakukan sembari apoteker menjelaskan obat, ketika obat yang dikirimkan ternyata berbeda dari yang seharusnya karena keliru. Tetapi semua tantangan diatas, sekiranya dapat diantisipasi oleh para pengusaha apotik digital," ujarnya. (t3)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved