Kabar Pangkalpinang

Ngobrol Bareng Dokter Spesialis Patologi

Minggu (13/11) tepat hari Patologi Internasional. Namun banyak yang belum mengetahui apa sebetulnya Patologi itu.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Tangkapan layar Dialog Ruang Tengah Bangka Pos bersama dokter Spesialis Patologi, Minggu (13/11). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Minggu (13/11) tepat hari Patologi Internasional. Namun banyak yang belum mengetahui apa sebetulnya Patologi itu.

Spesialis Patologi Klinik dr Egha Zainur R, M.S.C. Sp.PK menyebut dalam Dialog Ruang Tengah bersama Bangka Pos, Patologi adalah ilmu yang mempelajari apa-apa saja yang tidak normal.

"Seiring berkembangnya waktu ada tiga bidang spesialisasi, yang pertama terkait dengan jaringan tubuh, contoh seperti benjolan yang tumbuh dalam hal ini Spesialis Patologi Anatomi, kemudian semua cairan tubuh, seperti darah, kencing nah itu bidang saya. Kemudian terkait dengan visum yang disebut Spesialis Forensik," jelas dr Egha.

Kumpulan dokter Patologi yang mempelajari penyakit dan proses terjadinya suatu penyakit itu tadi pagi juga melaksanakan senam, edukasi kesehatan, pemeriksaan kolesterol dan tekanan darah,di Wilhelmina Park, pukul 06.00-10.00 WIB.

Dialog Ruang Tengah kali ini mengusung tema 'Pathologist: Hand in Hand All Together for Better World (Bergandengan Tangan Bersama untuk Dunia yang Lebih Baik)'.

Spesialis Patologi Anatomi dr Fripamaya Muniah, Sp.PA menjelaskan, setiap penyakit yang ada dalam tubuh kita itu akan memberikan efek-efek tertentu, baik dalam bentuk jaringan dan lainnya.

"Misalnya ada orang yang terkena penyakit kulit, tapi dari segi penampakan misal diduga sakit A tapi dikasih obat tidak sembuh-sembuh, nah disitu peran Patologi untuk memeriksa lebih lanjut, kalau dilihat melalui mikroskop yang lebih detail ada perbedaan antara penyakit A, B atau C. Dari hasil pemeriksaan mikroskop itulah mendapatkan kesimpulan pasti," jelas dr Fripamaya.

Dia menambahkan, ada juga kasus-kasus yang seperti benjolan. Apalagi yang saat ini sedang marak seperti kanker payudara.
"Awal mula gejalanya itu seperti ada benjolan, tapi belum tahu kan awal benjolannya itu karena apa, nah dokter bedah akan merekomendasikan pasiennya untuk melakukan pemeriksaan ke spesialis Patologi. Baru nanti kita akan ambil sedikit sampelnya," tuturnya.

Sementara itu Spesialis Forensik dr Dadan Rusmanjaya, Sp.F mengatakan, untuk ahli Forensik di Bangka Belitung belum terlalu intens seperti di kota-kota besar lainnya.

"Kalau di luar itu setiap pasien yang meninggal di rumah sakit itu biasanya dilakukan autopsi untuk melihat bahwa penyebab kematiannya apa," ungkap dr Dadan.

Dia menambahkan, autopsi itu memang pemeriksaan untuk mencari penyebab kematian dari jenazah.

"Kalau sebelum dikuburkan namanya autopsi, kalau setelah dikuburkan namanya ekshumasi yang prosesnya dilakukan membongkar kuburan dulu. Tapi prosedurnya sama seperti autopsi, tapi kalau masih baru terus kita lakukan pemeriksaan itu lebih mudah menemukan penyebabnya apa, kalau sudah dikuburkan banyak yang sudah rusak," tuturnya.

Nah, untuk penjelasan lebih lanjut dan lebih lengkap, jangan lupa untuk saksikan Dialog Ruang Tengah Bangka Pos di Youtube Bangka Pos Official dan Facebook Bangka Pos. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved