Kabar Belitung

Program Simpor Terancam Tak Ada, Atlet Belitung Keluhkan Dana Apresiasi

Para atlet mengeluhkan dana apresiasi dari program Simpor atau sistem pendampingan pendidikan dan olahraga tahun ini terancam tak ada.

Editor: Rusaidah
DOK BANGKA POS
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Junaidi. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Para atlet mengeluhkan dana apresiasi dari program Simpor atau sistem pendampingan pendidikan dan olahraga tahun ini terancam tak ada. Pasalnya hingga kini, belum ada informasi dari pihak terkait mengenai tahapan maupun pencairan dana simpor.

"Tiap tahun biasanya ada, dari prestasi selama setahun diambil yang terbaik dan ada reward. Dua tahun lalu jalan terus, di 2022 ini ancang-ancang pun tidak ada, biasanya paling telat Oktober atau November," kata atlet asal Belitung Robby Sianturi, Rabu (23/11).

Menurutnya, para atlet sangat menyayangkan jika apresiasi dari program simpor tersebut tak ada di 2022 ini. Padahal banyak para atlet muda yang berjuang di berbagai kejuaraan dan turnamen demi mengharumkan nama daerah.

Nominal dari program Simpor pun terbilang cukup mumpuni bagi para atlet dalam memotivasi mereka berprestasi.

"Terutama aku kasihan dengan kawan-kawan, nilainya cukup lumayan, banyak kawan-kawan yang semangat mengejar itu, sampai kejuaraan apapun dikejar," ucapnya.

Sebagai informasi, program simpor menjadi satu di antara program inovasi Bupati dan Wakil Bupati Belitung. Program beasiswa pendidikan dan apresiasi bagi para atlet ini diluncurkan pada 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Junaidi memastikan pemberian penghargaan atlet berprestasi di tahun ini tidak ada.

"Karena kami sudah mencoba menganggarkan pada saat APBD perubahan atau ABT pada Agustus-September. Tetapi pada saat rapat dengan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah), itu tidak lolos karena anggaran induknya nol rupiah," ujarnya.

Dia menjelaskan, apresiasi bagi atlet berprestasi ini nol rupiah pada penganggaran induk, lalu saat anggaran perubahan tidak bisa ditambah atau dikurangi.

"Kami sudah berusaha di ABT, karena aku bisanya mengandalkan di ABT. Sudah berusaha, dulunya berharap di ABT, walaupun nol rupiah harapannya di ABT, ternyata tidak bisa. Karena dulu tidak tahu," jelas dia.

Junaidi membantah jika program simpor tidak masuk dalam prioritas sehingga lolos dalam penganggaran induk. Menurutnya, program tersebut termasuk prioritas, namun diupayakan pada anggaran perubahan.

"Prioritas, cuma di ABT. Kan pembagian di triwulan keempat, cuman dengan penganggaran sekarang kalau nol rupiah dari awal, hilang penganggaran dalam sistem. Kalau dulunya bisa ditambah walaupun nol. Sistem penganggaran sekarang gitu, harus ada walau sedikit," tuturnya. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved