Kabar Belitung

Program Simpor Jadi Temuan BPK

Apresiasi atlet berprestasi melalui Program Simpor atau sistem pendamping pendidikan dan olahraga 2022 tidak ada karena tidak dianggarkan.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung Sahani Saleh saat ditemui selepas rapat paripurna, Senin (18/7). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Apresiasi atlet berprestasi melalui Program Simpor atau sistem pendamping pendidikan dan olahraga 2022 tidak ada karena tidak dianggarkan.

Hal ini pun disesalkan atlet, lantaran program tersebut menjadi harapan atlet Belitung yang mengejar prestasi sepanjang tahun.
Padahal, program ini menjadi program inovasi pasangan Bupati-Wakil Bupati Belitung yang masuk dalam RPJMD.

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan Program Simpor menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Temuan tersebut dikarenakan bantuan antara beasiswa pendidikan dan apresiasi olahraga tidak bisa menjadi satu kesatuan.

"Beasiswa (pendidikan) dan apresiasi olahraga harus berbeda. Kalau berprestasi di sekolah ada bantuan, tidak bisa disatukan. Baru tahun inilah tidak ada," katanya, Kamis (24/11).

Sanem menjelaskan, apresiasi melalui Simpor hanya bisa diberikan pada atlet pelajar yang meraih prestasi. Sedangkan atlet tidak melalui Program Simpor, tapi tetap dapat dianggarkan melalui dinas pemuda dan olahraga.

"Atlet berprestasi harus dianggarkan dispora, dalam bentuk reward atau penghargaan. Itu kan untuk memotivasi dari berprestasi, di-support agar lebih mengembangkan lagi (prestasi)," ucapnya.

"Tahun ini tidak ada (Program Simpor) karena jadi temuan, memang uangnya tidak minta dikembalikan, tidak ditindaklanjuti (BPK)," ucap dia.

Sanem juga menyebut, Program Simpor memang menjadi program inovasinya bersama Wakil Bupati Isyak Meirobie. Program ini pun akan berjalan hingga 2023 di akhir masa jabatannya. Diberitakan sebelumnya, apresiasi bagi atlet berprestasi Belitung melalui program Simpor tahun ini dipastikan tidak ada. Ditiadakannya dana apresiasi tersebut lantaran tidak masuk dalam penganggaran.
Atlet lari Belitung Robby Sianturi menyesalkan tak adanya apresiasi bagi para atlet. Padahal para atlet bersusah payah mengejar prestasi sepanjang tahun 2022. Program Simpor pun menjadi harapan bagi para atlet dan pelatih dalam menggenjot semangat berlatih agar berprestasi setiap tahunnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung Junaidi memastikan pemberian penghargaan atlet berprestasi di tahun ini tidak ada.

"Karena kami sudah mencoba menganggarkan pada saat APBD perubahan atau ABT pada Agustus-September. Tetapi pada saat rapat dengan TAPD (tim anggaran pemerintah daerah), itu tidak lolos karena anggaran induknya nol rupiah," ujarnya. (del)

 

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved