Nilai Ekspor Timah Turun pada Oktober 2022

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Babel, komoditas timah masih mendominasi nilai ekspor Negeri Serumpun Sebalai pada Januari-Oktober 2022

Editor: suhendri
Bangka Pos
Balok timah siap ekspor 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat nilai ekspor Babel sebesar 165,84 juta dolar Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2022.

Angka itu turun 3,88 persen secara month to month (m-to-m) dan anjlok 46,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Babel, komoditas timah masih mendominasi nilai ekspor Negeri Serumpun Sebalai pada Januari-Oktober 2022.

Pada Oktober 2022, nilai ekspor timah sebesar 135,51 juta dolar AS atau turun dibandingkan bulan sebelumnya.

Nilai ekspor timah tertinggi terjadi pada April 2022, yakni 378,80 juta dolar AS.

"Ekspor timah pada Oktober 2022 menurun itu diduga saat ini karena harga timahnya yang murah, bulan Oktober memang terendah sepanjang 2022. Ekspor komoditas timah secara (m-to-m) -10,49 persen, dan secara (y-on-y) -46,28 persen," kata Kepala BPS Babel Toto Haryanto dalam Berita Resmi Statistik, Kamis (1/12/2022).

Toto menyebutkan, berdasarkan struktur ekspor menurut sektor, ekspor timah menyumbang 87,06 persen dari total ekspor Januari-Oktober 2022 dan nontimah 12,94 persen.

Komoditas utama penyumbang ekspor nontimah terbesar pada Januari-Oktober 2022 adalah minyak kelapa sawit dan turunannya senilai 208,16 juta dolar AS. Perannya sebesar 69,30 persen.

"Nilai ekspor barang dari Babel pada Januari-Oktober 2022 yang melalui pelabuhan Babel mencapai 1.024,17 juta dolar AS dan yang melalui pelabuhan selain Babel mencapai 1.297,43 juta dolar AS," ujar Toto.

Sementara itu, persentase ekspor menurut asal pelabuhan luar Babel sebesar 55,89 persen dan Babel 44,11 persen.

Ekspor timah melalui pelabuhan Babel sebesar 38,37 persen dan ekspor nontimah melalui pelabuhan Babel 82,79 persen.

"Pangsa pasar timah terbesar menuju Tiongkok (711,51 juta dolar AS) peran 35,20 persen. Kemudian Singapura, India, Korea Selatan, dan Jepang," kata Toto. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved