Kabar Pangkalpinang
Bank Indonesia dan TPID Mewaspadai Tekanan Inflasi
TPID Babel tetap mewaspadai tekanan inflasi yang diperkirakan meningkat menjelang bulan Desember 2022 dan Januari 2023.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Bangka Belitung mengalami deflasi 0,11 persen (mtm) atau inflasi sebesar 5,45 % (yoy) pada November 2022 seiring dengan tren penurunan harga komoditas Volatile Food (VF) dengan tingkat inflasi 1,53 % (yoy) pada November 2022.
Sedangkan inflasi kelompok Administered Price (AP) masih cukup tinggi yaitu sebesar 15,98 % (yoy) yang bersumber dari kenaikan harga BBM dan angkutan udara.
"TPID Babel tetap mewaspadai tekanan inflasi yang diperkirakan meningkat menjelang bulan Desember 2022 dan Januari 2023 seiring dengan peningkatan mobilitas dan konsumsi masyarakat," ujar Budi.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), hingga minggu III Desember 2022, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat mulai meningkat, antara lain daging ayam, aneka cabai, ikan-ikanan, telur ayam, bawang merah, minyak goreng dan beras.
"Untuk itu berbagai upaya pengendalian harga perlu terus dilakukan antara lain melalui operasi pasar dan sidak pasar," tuturnya.
Di samping itu disampaikan pula untuk meningkatkan kemandirian pangan, dalam jangka menengah dan panjang Bangka Belitung perlu terus memperkuat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan sehingga di tahun-tahun yang akan datang tingkat inflasi Bangka Belitung khususnya yang bersumber dari komoditas VF semakin terjaga.
Sejalan dengan hal tersebut, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Babel Yanuar menekankan beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti terutama menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 antara lain, perluasan kerja sama antar daerah (KAD) intra kawasan, optimalisasi pelaksanaan operasi pasar/pasar murah/ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH).
Kemudian, pemanfaatan platform perdagangan digital, memperkuat sarana prasarana penyimpanan produk dan pengolahan hasil pertanian, subsidi ongkos angkut, perluasan program tanam pekarangan.
"Optimalisasi anggaran belanja wajib perlindungan sosial maupun BTT untuk pengendalian inflasi serta penguatan komunikasi kebijakan," sebut Yanuar.
Yanuar menambahkan, berbagai OPD dan instansi terkait juga telah mengantisipasi peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat menjelang libur Nataru, antara lain penempatan posko terpadu di kawasan buffer zone Pelabuhan Tanjung Kalian untuk menjaga kelancaran mobilisasi masyarakat dan logistik Bangka - Sumsel (PP).
"Menjaga ketersediaan pasokan BBM, memastikan pasokan beras Bulog mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan kedepan, serta tetap memprioritaskan angkutan distribusi pangan di pelabuhan penyeberangan," tambahnya. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20221017_Pemkot-Pangkalpinang-gelar-focus-group-discussion-pengendalian-inflasi.jpg)