Kabar Pangkalpinang
2023, Kebangkitan Sektor Pariwisata dan Perhotelan
GM Novotel Bangka Hotel & Convention Centre Golly Lutfi mengakui, tingkat hunian hotel saat ini masih sangat jauh dibandingkan sebelum pandemi.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Penutupan akses wisata selama 2,5 tahun akibat pandemi Covid-19 kemarin membawa derita bagi pelaku industri pariwisata, khususnya perhotelan.
General Manager Novotel Bangka Hotel & Convention Centre Golly Lutfi mengakui, tingkat hunian hotel saat ini masih sangat jauh dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.
Dia berharap, tahun 2023 bisa betul-betul menjadi tahun kebangkitan sektor pariwisata dan perhotelan.
"Jadi tidak hanya dari segi pariwisatanya yang bangkit, tapi dari segi bisnisnya juga bisa bangkit kembali. Kita berharapnya dengan ekonomi pulih ini kegiatan bisa lebih banyak lagi," ujar Golly.
Menurunnya, di tahun 2023 memang diprediksi akan ada kenaikan secara tingkat hunian namun tidak terlalu signifikan.
"Kalau di hotel kita di Bangka ini masih tergantung sama bisnis, beda sama Belitung yang jualan pariwisatanya. Jadi masih bergantung sama kegiatan bisnis pemerintah, kita ini bisa dikatakan tamunya itu hampir 70 persen masih dari luar pulau Bangka. Jadi ketika bandara ditutup seperti kemarin itu dampaknya sangat luar biasa," jelasnya.
Kata Golly, dengan demikian pihaknya berharap penerbangan menuju Bangka Belitung bisa kembali ditambah agar kemudian sektor perhotelan juga bisa kembali menggeliat.
"Kalau meningkat sampai sebelum Covid-19 itu masih jauh. Karena penerbangan masih belum sebanyak sebelum Covid-19 kemarin, karena tamu kita masih mengandalkan dari luar pulau," tuturnya.
Dia berharap, dengan kerja sama semua sektor pariwisata baik bisnis hingga sektor ekonomi kreatifnya bisa kembali bangkit seperti sebelum Covid-19. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/General-Manager-Novotel-Bangka-Hotel-Convention-Centre-Golly-Lutfi.jpg)