Kabar Pangkalpinang
22 Ribu Ha Lahan Sawah Belum Termanfaatkan di Bangka Belitung
Kebutuhan beras di Bangka Belitung itu membutuhkan 118.958 ton beras selama setahun.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung Edi Romdoni menyebut, dari total 1,5 juta penduduk tingkat konsumsi beras di Bangka Belitung per kapita per tahun diperkirakan sebesar 81,72 kilogram.
Sehingga, ia merinci kebutuhan beras di Bangka Belitung itu membutuhkan 118.958 ton beras selama setahun.
"Hasil panen dari sawah dengan luasan 15,91 hektare (Ha) itu menghasilkan padi gabah kering giling (GKG) 62.064 ton atau setara dengan 37.130 ton beras. Artinya 30 persen beras itu dari Babel dan sisanya 70 persen masih membutuhkan pengimpor untuk memenuhi kebutuhan beras," ujar Edi.
Kata Edi, dari total luasan sawah di Bangka Belitung, 22 ribu Ha hanya 7.900 Ha saja yang baru termanfaatkan dengan baik.
"Sebenarnya kalau 22 ribu Ha itu bisa dimanfaatkan, dengan hasil rata-rata per hektar 5 ton GKG atau 4 ton beras sebenarnya urusan beras di Babel sudah selesai. Kita tidak lagi butuh pengimpor beras," sebutnya.
Dia mengatakan, swasembada beras di Bangka Belitung sebetulnya dapat teratasi jika para petani konsisten menanam padi.
Hanya saja kata Edi, petani di Bangka Belitung masih tertarik dengan tanaman kelapa sawit, karet hingga tambang.
"Bukan berarti jadi petani sawah atau petani beras itu tidak untung, banyak kita mendapatkan laporan petani beras untung. Kita dari Dinas Pertanian juga terus mendorong agar banyak yang menanam padi di Babel," tuturnya.
Menurutnya, kualitas beras dari Bangka Belitung justru tidak kalah sama beras-beras premium dari daerah lain.
"Sebenarnya kualitas beras kita ini adalah kualitas bagus, jadi sebetulnya masyarakat bukan enggan membeli beras karena kualitasnya tapi beras yang dihasilkan dari petani langsung itu harganya cenderung tinggi, sementara beras dari daerah lain itu terus masuk dengan harga yang rendah, masyarakat lebih memilih yang murah," bebernya.
Kata Edi, petani rata-rata menjual hasil panen itu di harga Rp10 ribu-Rp11 ribu.
Dia juga menambahkan, penghasil beras terbesar di Bangka Belitung dari Kabupaten Bangka Selatan, kemudian Kabupaten Bangka dan urutan ketiga Bangka Barat. (t2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Mudir-petani-padi-di-Desa-Namang-Bangka-Tengah.jpg)