Minggu, 12 April 2026

Pemkot Pangkalpinang Tunggu Juknis Rekrutmen CPNS

Terkait formasi, lanjut Anas, pemerintah masih fokus pada pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dan pendidikan.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang belum bisa memastikan akan membuka pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) tahun 2023, baik calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK). Pasalnya, belum ada instruksi dan petunjuk teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Sejauh ini belum keluar instruksinya, apakah akan ada rekrutmen CPNS atau PPPK pada tahun 2023 ini. Jadi intinya nanti akan kita ikuti," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, Selasa (31/1/2023).

Menurut Fahrizal, memang perlu dilakukan pemetaan terlebih dahulu melakukan rekrutmen CPNS dan CPPPK. Khususnya rekrutmen CPPPK, harus mempertimbangka kondisi keuangan daerah.

"Kita tetap mengusulkan nanti sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran seperti itu," kata Fahrizal.

Terbuka untuk umum

Melansir Kompas.com, seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) akan kembali dibuka tahun 2023. Tahun ini, rekrutmen CASN melingkupi seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara selektif dan terbatas serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Seleksi tahun ini juga akan dibuka untuk umum, tidak hanya dari jalur sekolah kedinasan," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis, Selasa (31/1/2023).

Terkait formasi, lanjut Anas, pemerintah masih fokus pada pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan dan pendidikan.

"Namun, pemerintah juga memberi prioritas kepada talenta digital sebagai bentuk transformasi digitalisasi yang kini sedang dijalankan dalam kerangka arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)," tuturnya.

Kemudian, formasi lainnya juga akan dibuka untuk posisi hakim, jaksa, dosen, serta tenaga teknis tertentu lainnya. Mantan Kepala LKPP tersebut menyebutkan, saat ini instansi pemerintah dalam proses persiapan pengusulan formasi.

"Sekarang semuanya sedang berproses pada tahap persiapan pengusulan formasi dari sejumlah instansi pemerintah," ujar Anas.

Usulkan kebutuhan ASN

Selain itu, rekrutmen CASN kali ini juga mempertimbangkan sejumlah variabel tertentu, seperti indikator jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang pensiun dan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung program strategis nasional, termasuk letak geografis dan kemampuan anggaran.

Anas meminta instansi pemerintah mulai mendata dan mengusulkan kebutuhan ASN tahun 2023 yang prioritas untuk segera diisi di instansi masing-masing. Usai usulan kebutuhan dari masing-masing instansi, tahap selanjutnya adalah penetapan kebutuhan. Formasi ditetapkan dengan memperhatikan pendapat Menteri Keuangan dan pertimbangan teknis Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Anas menambahkan, ada empat arah kebijakan pengadaan ASN tahun ini. Pertama, fokus pelayanan dasar. Kedua, kebijakan memberi kesempatan rekrutmen talenta digital. Ketiga, merekrut CASN secara selektif. Keempat, mengurangi rekrutmen jabatan yang akan terdampak oleh transformasi digital.

"Saat ini, pemerintah masih menganalisis jabatan mana saja yang bisa terdampak oleh perkembangan digital. Karena dunia digital berubah cepat, pemerintah juga harus cepat adaptasi," kata Anas. (u1/Kompas.com)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved