Jumat, 10 April 2026

Kabar Belitung Timur

Bantuan Sarpras Kebun Sawit Beltim Cair Tahun Depan

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur memperkirakan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan kelapa sawit rakyat.

Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Sepri Sumartono
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur Heryanto. 

MANGGAR, BABEL NEWS - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur memperkirakan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Belitung Timur akan dicairkan di tahun 2025 mendatang.

Permohonan bantuan terhadap perkebunan kelapa sawit rakyat saat ini dalam proses. Bantuan dana sarana dan prasarana (sarpras) perkebunan kelapa sawit tersebut sudah diusulkan dari tahun 2023 lalu. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur Heryanto mengatakan, Distangan Beltim sudah mengupayakan hak akses ke Kementerian Pertanian dalam rangka pengajuan.

Bantuan dana sarpras kelapa sawit harus diajukan melalui sistem berbasis aplikasi. Langkah awalnya mendapatkan akses login ke dalam sistem.

Tahun 2024 ini, Distangan Beltim sudah mendapatkan akses login. Tahap selanjutnya menginput persyaratan yang menjadi ketentuan memperoleh bantuan tersebut.

Persyaratan yang harus dipenuhi cukup banyak seperti legalitas lahan, data spasial kebun yang diusulkan dan STDB. Syarat yang lumayan membutuhkan waktu cukup lama adalah data spasial kebun, termasuk foto udara.

Syarat-syarat administrasi tersebut akan diverifikasi secara berjenjang mulai dari Tim Dinas Kabupaten, Tim Dinas Provinsi dan terakhir verifikasi oleh Tim Kementerian. Setelah tiga verifikasi selesai dan diterima kemudian pengajuan akan diteruskan ke BPD PKS.

BPD PKS akan menganalisa lagi pengajuan yang disampaikan tersebut dalam rangka menentukan alokasi bantuan. Prosesi pengajuan bantuan tidak serta merta didapatkan hanya dengan membawa proposal saja.

"Mungkin kalau orang tidak paham, mungkin menganggapnya seperti itu. Tapi kementerian sudah memberikan juknisnya dan kita mengikuti panduan yang ada di dalam itu," kata Heryanto, Selasa (27/8).

Bantuan dari BPD PKS memang cukup banyak, di antaranya ada dana peremajaan kelapa sawit. Hanya saja di Kabupaten Beltim belum memerlukan peremajaan kelapa sawit karena pohonnya masih produktif atau tidak perlu di-replanting.

"Itu juga alasan kenapa kita tidak berbarengan usulannya dengan kabupaten lain di Babel, karena dana ini awalnya hanya untuk peremajaan sawit," katanya.

Kemudian, ruang lingkup bantuan dana ini diperluas lagi menjadi dana bantuan sarana prasarana secara keseluruhan. Di antaranya ada dana bantuan bibit, sarana jalan, pupuk, pestisida dan angkutan serta pengolahan.

"Jadi kita (Beltim) kalau dibandingkan dengan Bangka memang kita tidak mengakses untuk dana peremajaan, tapi yang kita akses bantuan sarana produksi seperti pupuk dan jalan," jelasnya.

Di tahun 2024, Distangan Beltim memperkirakan proses pengajuan tahap pertama untuk dua atau tiga kelompok akan selesai. Di tahap pertama tidak semua koperasi atau kelompok kebun sawit dapat diakomodir karena ada batasan kuota.

"Tidak sampai 20 miliar, mungkin bantuannya sekitar belasan miliar, tergantung BPD PKS yang menentukan besarannya. Tahun ini baru input administrasi, tahun depan mudah-mudahan bisa dicairkan," ungkapnya. (w6)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved