Kabar Belitung Timur
Sutradara Jay Sukmo Terkesan Deretan Warung Kopi
Sutradara Film The Bell : Panggilan untuk Mati, Jay Sukmo mengaku terkesan dengan Kota Manggar, Belitung Timur.
MANGGAR, BABEL NEWS - Sutradara Film The Bell : Panggilan untuk Mati, Jay Sukmo mengaku terkesan dengan Kota Manggar, Belitung Timur.
Selama 14 hari syuting di Manggar dan sekitarnya dia mengaku warganya ramah-ramah dan makanannya enak-enak karena dia adalah penggemar seafood.
Dihubungi posbelitung.co, Selasa (10/9), Jay terkesan dengan deretan warung kopi di sepanjang jalan di pusat Kota Manggar yang menemani dirinya dan kru film lainnya seusai syuting.
"Kebetulan nggak jauh dari hotel, jadi itu tempat favorit crew melepas lelah setelah seharian shooting. Bisa bercengkrama dengan warga lokal juga," kata Jay.
Dia juga terkesan dengan lokasi-lokasi syuting yang dilakukan di Belitung Timur. Karena set yang mereka cari sudah sangat mendukung untuk Film The Bell. Semua lokasi dikatakannya sudah organik menjadi studio alami untuk syuting sebuah film.
"Biasanya kalau di Jakarta kita harus bangun rumah atau RS di studio alam sesuai dengan kebutuhan cerita. Tapi di Belitong semua sudah ada tinggal kita dress dikit-dikit," kata Jay.
Selama 14 hari syuting dia mengatakan, beberapa kendala dihadapi, terutama kendala cuaca. Karena cuaca di Belitung Timur kadang panas terik, tapi tiba-tiba turun hujan seharian. Meski begitu, syuting tetap berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu.
"14 hari terasa kurang, masih banyak tempat-tempat yang belum dikunjungi. Semoga lain waktu bisa kembali lagi dengan cerita yang baru," kata Jay. (s1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Sutradara-Jay-Sukmo-saat-mengarahkan-pemain.jpg)