Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Peringatan Hari Tani Nasional di Bangka Belitung, Pemprov Luncurkan Ketapang Bergema

Pemprov Babel menggelar kegiatan semarak hari tani nasional, sekaligus melaunching program Ketahanan Pangan Bergerak Bersama (Ketapang Bergema).

Istimewa
Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sugito saat ditemui di sela agendanya, Senin (9/9/2024) pagi. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan semarak hari tani nasional, sekaligus melaunching program Ketahanan Pangan Bergerak Bersama (Ketapang Bergema), Selasa (24/9). Kegiatan yang diselenggarakan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung, juga terdapat berbagai kegiatan yang positif. 

Mulai dari donor darah, bazar tani, penyerahan bantuan pertanian, lomba busana, lomba gaple pun digelar dalam semarak hari tani nasional. Selain itu ada pula penampilan ekslusif seni budaya reog ponorogo, hingga kopi gratis yang membuat kegiatan semakin meriah. 

Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Sugito mengatakan semarak hari tani, sebagai refleksi para petani yang merupakan pahlawan pangan. "Saya sampai bisa berdiri hari ini berasal dari keluarga dari petani juga, sehingga petani adalah juga sebuah pekerjaan yang mulia. Sebuah pekerjaan yang tentu kita semua paham bahwa apa yang diupayakan adalah bagian dari upaya ketahanan nasional," ujar Sugito

Sugito mengakui, betapa pentingnya ketahanan pangan dikarenakan ancaman pangan secara global, cukup memprihatinkan dan Indonesia yang kaya akan potensi itu juga tidak lepas dengan adanya ancaman tersebut. 

"Namun jika kita lihat kondisi kita di Kepulauan Bangka Belitung, potensi kita cukup besar baik potensi pangan yang sifatnya panganan pokok ataupun untuk komoditi-komoditi yang memiliki nilai strategis misalnya lada putih, karet, kemudian padi. Dengan persentase desa yang lebih banyak, jika dikaitkan dengan kebijakan secara nasional, salah satu upaya untuk mendorong ketahanan pangan di desa ada kebijakan terkait dengan prioritas penggunaan dana desa di mana 20 persen anggaran ini adalah dalam rangka untuk mewujudkan ketahanan pangan," jelasnya. 

Sugito juga mengajak semua pihak untuk merefleksikan di hari yani nasional ini sejauh mana yang sudah dilakukan. Selain keberhasilan-keberhasilan melaksanakan ketahanan pangan dari anggaran dana desa, tapi juga pihaknya masih melihat ada beberapa desa yang belum optimal di dalam memanfaatkan ketahanan pangan. 

"Untuk kabupaten/kota melakukan pembinaan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sesuai amanat Peraturan Pemerintah nomor 43 Pasal 128. Mulai menggerakkan untuk berdikari dari sebuah ketahanan pangan yang berangkat, dari potensi-potensi lokal yang dimiliki desa atau kelurahan," tuturnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Belitung, Edi Romdhoni berharap, para petani lokal dapat terus eksis dalam menjaga ketahanan pangan. "Melalui semarak perayaan hari tani nasional kita ingin memberikan apresiasi atas dedikasi dan ketekunan, para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan kita," ungkap Edi Romdhoni. (riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved