Jumat, 10 April 2026

Jenazah Pemuda 22 Tahun Mengambang di Perairan Belinyu Bangka 

Hamdi dilaporkan hilang setelah tercebur ke laut saat menaiki ponton tambang pasir timah di perairan Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat

Editor: suhendri
Istimewa
EVAKUASI JENAZAH - Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Hamdi (22) ke Puskesmas Belinyu, Kabupaten Bangka, Sabtu (26/10/2024). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Seorang pemuda bernama Hamdi (22), warga UPT SP.5, Desa Simpang 3 Abadi, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditemukan tewas mengambang di perairan Selat Belinyu, Sabtu (26/10/2024).

Sebelumnya, Hamdi dilaporkan hilang setelah tercebur ke laut saat menaiki ponton tambang pasir timah di perairan Teluk Limau, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (25/10/2024) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Korban ditemukan pada pukul 14.15 WIB. Korban saat itu mengapung dalam keadaan meninggal dunia dengan jarak 12 kilometer dari lokasi awal korban diduga terjatuh dari ponton timah,” kata Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, Sabtu (26/10/2024).

Oka menuturkan, penemuan jenazah tersebut bermula saat nelayan yang hendak mencari ikan melintas di perairan Selat Belinyu, Kabupaten Bangka. 

Ketika melintas, nelayan melihat sosok yang diduga tubuh manusia dalam keadaan mengapung. 

Sang nelayan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada tim SAR gabungan yang tengah melakukan pencarian.

Usai menerima laporan, tim SAR gabungan yang berpencar dalam beberapa tim langsung merapat ke lokasi penemuan jenazah. 

Selanjutnya, jenazah Hamdi dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke daratan. 

Setelah tiba di daratan, jenazah langsung dilarikan ke Puskesmas Belinyu guna dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian.

“Penemuan korban di perairan Selat Belinyu. Kemudian korban dievakuasi menuju Puskesmas Belinyu,” ujar Oka.

Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR Mentok, Yurizal, kepada Bangka Pos, Sabtu (26/10/2024), mengatakan, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan heading 91° 7 Nm dari LKP. 

"Setelah itu, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang menggunakan RBB-01 tiba di Tanjung Gudang (Belinyu), selanjutnya melakukan koordinasi dengan instansi terkait hasil temuan target meninggal dunia," kata Yurizal.

Sang ayah curiga 

I Made Oka Astawa menyebutkan, peristiwa hilangnya Hamdi bermula ketika korban bersama ayahnya melakukan perjalanan menggunakan perahu motor untuk menarik ponton tambang pasir timah menuju Perairan Pulau Lampu. 

Saat berada di perairan Teluk Limau, ayah korban meminta anaknya untuk mengisi ulang daya ponsel miliknya di atas ponton. 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved