Kabar Belitung Timur
Film The Bell: Panggilan untuk Mati Masuk Proses Editing
Film The Bell: Panggilan untuk Mati yang sempat menarik perhatian masyarakat Belitung Timur selama masa syutingnya, kini telah resmi memasuki editing.
MANGGAR, BABEL NEWS - Film The Bell: Panggilan untuk Mati yang sempat menarik perhatian masyarakat Belitung Timur selama masa syutingnya, kini telah resmi memasuki tahap editing.
Setelah melakukan syuting di berbagai lokasi eksotis, bersejarah dan penuh nuansa budaya tradisi di Belitung Timur, film ini kini melalui proses pasca produksi yang membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menghasilkan kualitas sinematik yang optimal.
Film yang bergenre drama misteri dengan sentuhan sejarah dan mistis ini bercerita tentang urban legend Penebok asli Manggar, Belitung Timur yang berwujud hantu tanpa kepala.
Penebok ini terkurung dalam lonceng seorang dukun yang setiap malam mengincar kepala-kepala manusia untuk mengganti kepalanya.
Latar cerita diperkuat dengan latar Belitung Timur tahun 1930-an yang mana pada saat itu penambangan tima masih menjadi primadona. Konflik-konflik perebutan lahan untuk jadi lahan tambang timah juga jadi cerita menarik dalam film ini.
Produser Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Rendy Gunawan mengatakan, selama proses syuting, tim produksi bekerja sama dengan penduduk setempat, tidak hanya untuk mendalami budaya, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai aktor pendukung dan tim produksi.
Menurutnya, dukungan dari komunitas lokal turut memperkaya cerita, memberi warna yang lebih autentik, dan menonjolkan pesona tradisi serta kearifan lokal Belitung Timur.
Dalam beberapa adegan, budaya lokal seperti makanan tradisional dan tradisi adat turut ditampilkan, memberikan kesan otentik dan nuansa yang memperkaya visual film ini.
Dengan panorama alam Belitung Timur yang menjadi latar utama, Film The Bell: Panggilan untuk Mati menampilkan keindahan pantai-pantai perawan, perbukitan hijau, dan situs-situs peninggalan sejarah, yang seluruhnya diharapkan bisa memikat penonton dan menambah daya tarik bagi para wisatawan.
"Visual yang dihasilkan selama proses syuting di lokasi-lokasi tersebut diproyeksikan akan membawa nuansa magis, menambah unsur dramatis dalam alur cerita dan karakter film ini," kata Rendy.
Proses editing Film The Bell: Panggilan untuk Mati diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, mengingat tim produksi ingin memastikan bahwa semua elemen cerita, visual, dan atmosfer misterius yang melekat dalam film ini tersaji dengan sempurna.
"Meski belum ada tanggal rilis resmi, tim produksi mengumumkan bahwa Film The Bell: Panggilan untuk Mati dijadwalkan untuk tayang pada akhir 2024 atau awal 2025," kata Rendy. (s1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Rumah-di-Bukit-Samak-Manggar-Belitung-Timur-yang-dijadikan.jpg)