Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Gelombang 2,5 Meter Intai Perairan Bangka Belitung

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Pulau Belitung bagian utara dan timur.

Tayang:
Editor: suhendri
KOMPAS.com/ ROSYID ASZHAR
Ilustrasi gelombang tinggi 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang merilis informasi terkait potensi gelombang tinggi 1,25-2,5 meter yang berlaku mulai 31 Desember 2024) pukul 07.00 WIB hingga 2 Januari 2025) pukul 07.00 WIB.

Informasi ini disampaikan untuk mengantisipasi risiko keselamatan pelayaran di sejumlah perairan di Bangka Belitung.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ambinari Rachmi Putri, mengatakan, pola angin di wilayah Kepulauan Bangka Belitung umumnya bergerak dari arah barat laut dengan kecepatan berkisar 6-15 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Pulau Belitung bagian utara dan timur.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi gelombang dengan tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Bangka Barat bagian utara, perairan Bangka bagian utara, perairan Bangka Tengah bagian timur, Selat Gelasa, perairan Pulau Belitung bagian utara, dan perairan Pulau Belitung bagian timur.

"Tinggi gelombang ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama untuk perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri, tergantung pada kecepatan angin yang terjadi," kata Ambinari dalam informasi tinggi gelombang yang dirilis BMKG, Selasa (31/12/2024).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pun mengimbau masyarakat, khususnya pelaku sektor pelayaran dan nelayan, untuk terus memantau informasi cuaca terkini.

Pemilik kapal dan pengguna jasa transportasi laut diharapkan menghindari perjalanan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter untuk perahu nelayan, 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter untuk kapal tongkang, dan 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter untuk kapal feri.

Ambinari juga menyebutkan bahwa puncak musim hujan periode 2024/2025 tengah berlangsung.

Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah Bangka Belitung sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

"Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis hingga dua hari ke depan, terutama di wilayah-wilayah rawan," ujar Ambinari.

Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di bawah pohon besar, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. (*)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved