Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka Selatan

APILL Toboali Dirusak OTD, Jadi Atensi Pemkab Bangka Selatan

Sejumlah alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Toboali, dirusak orang tak dikenal.

Istimewa/ Dok Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan
Sejumlah APILL di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Toboali yang dirusak oleh OTD beberapa hari lalu. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Sejumlah alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi sasaran vandalisme oleh orang tak dikenal. Akibat peristiwa itu APILL lainnya terdampak lantaran mengalami korsleting listrik dan segera butuh perbaikan. Lebih parahnya APILL di beberapa titik ruas jalan tersebut tak bisa lagi digunakan. Padahal pemerintah setempat tengah berupaya maksimal dalam menata wajah kota.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamronie mengatakan terdapat dua titik APILL yang dirusak oleh OTD di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Rata-rata APILL yang dirusak berada di kawasan persimpangan jalan yang menjadi titik vital lalu lintas di Kota Toboali. Khususnya APILL di Simpang Ampera dan Simpang SMA YPK Toboali. Kondisi ini sangat disayangkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik.

"Ada dua titik APILL yang dirusak atau menjadi sasaran vandalisme," kata Zamronie, Selasa (14/1).

Diakuinya, dalam dua pekan belakangan fasilitas lalu lintas itu telah dirusak sebanyak dua kali. Tentunya masalah ini menjadi sorotan dan atensi pemerintah daerah. Menurutnya, APILL di kedua lokasi tersebut memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama di area dengan lalu lintas padat. Dia tak menampik akibat ulah tangan-tangan jahil itu dinilai berdampak buruk bagi masyarakat lain.

Adanya aksi vandalisme merupakan tindakan kriminal yang melanggar hukum. Pasalnya diklaim merusak nilai estetika, mengganggu kenyamanan masyarakat dan merugikan banyak hal. Terlebih dampak dirusaknya APILL tersebut terjadi korsleting listrik di beberapa tempat lainnya. Ditambah alat kontrol APILL yang harganya hingga belasan juta turut dirusak.

"Kami sangat menyayangkan aksi perusakan ini. APILL adalah fasilitas penting untuk mengatur lalu lintas dan mencegah kecelakaan," jelas Zamronie.

Di sisi lain menjaga fasilitas umum lanjut dia, termasuk APILL merupakan tanggung jawab bersama dalam menciptakan kawasan yang aman dan tertib berlalu lintas di Kota Toboali. Fasilitas publik yang ada saat ini dibangun pemerintah dengan biaya cukup besar. Jangan sampai apa yang sudah dibangun pemerintah menjadi rusak sia-sia karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk merawatnya.

Selain itu, fasilitas publik tersebut tidak hanya menjadi elemen estetika kota. Melainkan juga mencerminkan identitas daerah yang harus dijaga bersama. Maka dari itu pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah demi kenyamanan bersama. Sembari berupaya meningkatkan rasa lebih peduli masyarakat terhadap keberadaan fasilitas umum.

"APILL ini bukan sekadar aset pemerintah, tetapi juga bagian dari upaya kita semua untuk menciptakan keamanan di jalan raya," ujarnya.

Diakui Zamronie, dinas perhubungan telah melakukan pengecekan di lokasi dan berencana memperbaiki kerusakan dalam waktu dekat. Dirinya menegaskan bahwa pengawasan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya kelompok remaja yang diduga terlibat, akan diperketat untuk mencegah aksi serupa. 

Pihaknya juga masih menghitung kerugian material akibat tindakan vandalisme itu. "Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga aset milik pemerintah daerah demi keselamatan bersama," ucap Zamronie(u1)

Rugi Puluhan Juta Rupiah
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan, menyayangkan adanya aksi vandalisme atau perusakan fasilitas umum di kawasan Kota Toboali. Khususnya terhadap alat pemberi isyarat lalu lintas alias APILL yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Diperkirakan, total kerugian atas perusakan APILL itu mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamronie bilang terdapat dua APILL yang dirusak oleh orang tak dikenal (OTD) di Jalan Jenderal Sudirman. Terutama APILL yang berada di Simpang Ampera dan Simpang SMA YPK Toboali. Akibat tindakan vandalisme pada traffic light di Simpang SMA YPK terjadi kerusakan pada traffic controller dan box traffic controller.

"Diproyeksikan kerugian mencapai Rp17 juta. Dampak rusaknya alat traffic controller dan box traffic controller," kata Zamronie, Selasa (14/1).

Pihaknya berencana segera memperbaiki kerusakan agar fungsi APILL di kedua persimpangan kembali optimal. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah terulangnya aksi serupa. "Selain itu tindak tersebut menyebabkan korsleting listrik pada instalasi yang belum bisa diproyeksikan kerugiannya," jelasnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved