Berita Bangka Barat
Buaya Perairan Tembelok Ditangkap, Tim Gabungan Serahkan ke BKSDA
Tim gabungan akhirnya berhasil menangkap buaya yang sering muncul dan berjemur di perairan Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
MENTOK, BABEL NEWS - Tim gabungan akhirnya berhasil menangkap buaya yang sering muncul dan berjemur di perairan Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (13/1) siang. Tim gabungan ini terdiri dari Satpolairud Polres Bangka Barat, Korpolairud Baharkam Polri, Pos TNI AL Mentok dan para nelayan di sekitar pesisir pantai.
Lokasi buaya yang ditangkap, berada di pesisir pantai Tembelok, Kecamatan Mentok. Hewan yang memiliki ukuran dua meter ini, ditangkap saat sedang berjemur di pesisir pantai tersebut.
"Jadi kami tim gabungan, berhasil mengamankan satu buaya, berawal dari sebelumnya dapat info, keberadaan buaya di perairan Tembelok. Tim bersama-sama datang ke lokasi dan berhasil mengamankan satu buaya dalam kondisi hidup," kata Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono.
Yudi Lasmono mengatakan, ukuran buaya yang berhasil ditangkap memiliki panjang dua meter. "Cara menangkapnya tadi nelayan tadi dengan anggota dengan cara pakai tutup mata, menggunakan karung, saat berada di pinggir muara, ia terlihat sedang berjemur," jelasnya.
Diakui Yudi Lasmono, tindakan selanjutnya, kepolisian menyerahkan buaya itu ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Foundation Bangka Belitung dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk ditempatkan di lokasi penangkaran buaya. "Usai berhasil kita tangkap dan diamankan tadi langsung dibawa Alobi dan BKSDA, untuk selanjutnya diletakkan ke tempat penangkaran yang ada di Merawang, Kabupaten Bangka," katanya.
Kemunculan buaya di perairan Mentok, Kabupaten Bangka Barat diduga disebabkan karena habitat buaya terganggu. "Kalau untuk memprediksi, masih ada tidak buaya, kita tidak bisa menjamin, karena situasi cuaca dan kondisi pasang air yang tidak menentu. Selain itu ekosistem buaya muara ini juga terganggu, sehingga sering muncul," kata Yudi Lasmono.
Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada, ketika berkunjung ke pantai dan perairan lainnya di Kecamatan Mentok, Bangka Barat. "Buaya ini merasa tempat mereka semula terganggu, dan mereka berada di muara yang bercampur dengan air laut. Tidak menutup kemungkinan keluar lagi," ujarnya.
"Jadi kami mengimbau, masyarakat agar lebih berhati hati, terhadap serangan predator, buaya ini karena, sering keluar dan masuk terutama aktivitasnya di malam hari, saat gelap, tidak menutup kemungkinan, tetap selalu waspada," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala BPBD Bangka Barat, Bastomi, telah menyampaikan terkait imbauan, kepada masyarakat yang ingin merayakan liburan sekolah di akhir pekan. Ia meminta, masyarakat mewaspadai ombak besar dan keberadaan buaya yang sering muncul di pantai.
"Kami juga menyampaikan imbauan terkait, hati hati ada buaya, imbauan ini kepada seluruh masyarakat. Untuk tidak beraktivitas mandi atau berenang di pantai," kata Bastomi.
Bastomi mengatakan, memasuki musim penghujan biasanya menjadi masa kawin dan bertelur buaya. Sehingga, hal ini perlu diwaspadai dalam kondisi ini buaya biasanya menjadi lebih sensitif, agresif atau mudah menyerang. "Jadi kita mengimbau, terkait hal ini, karena rawan sekali," katanya.
Selain itu, ia menyebutkan dalam seminggu terakhir atau selama bulan Desember 2024 hingga awal Januari 2025, cuaca ekstrem bakal terjadi di Bangka Barat. Terutama angin kencang. (riu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250113-Seekor-buaya-yang-sering-muncul-dan-berjemur.jpg)