Jumat, 22 Mei 2026

Kabar Bangka Tengah

Dua Wartawan Minta-minta Uang Dilaporkan ke Polres Bangka Tengah

Dua laki-laki yang mengaku sebagai wartawan telah dilaporkan ke polisi.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Sepri Sumartono
Dua wartawan yang meminta uang ketika beraksi di SDN 10 Koba. 

KOBA, BABEL NEWS - Dua laki-laki yang mengaku sebagai wartawan telah dilaporkan ke polisi. Keduanya ialah Dona Firhan dan Hardi yang mengaku mempunyai tugas peliputan di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Dona Firhan dan Hardi melancarkan aksi minta-minta uang menggunakan kertas fotokopi yang berisi daftar penyumbang uang dengan cap dan kop Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Jambi Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI).

Dua orang yang diduga menyalahgunakan profesi wartawan guna meminta-minta uang tersebut mengaku datang ke Bangka Tengah dalam rangka sosialisasi kawasan tanpa rokok dan liputan tentang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Target operasi keduanya adalah sekolah dan pemerintah desa yang ada di Kabupaten Bangka Tengah dengan modus meminta sejumlah uang sebagai bantuan operasional peliputan.

Dona Firhan mengaku dirinya memang benar seorang wartawan yang datang ke Bangka Tengah dari Jambi guna sosialisasi kawasan tanpa rokok dan bertanya tentang dana BOS.

"Memang, kami meminta bantuan biaya ke sekolah-sekolah untuk operasional kami meliput," katanya, Kamis (23/1).

Sementara itu, Kepala SDN 10 Koba sekaligus pihak yang melaporkan Dona Firhan dan Hardi ke polisi, Pahtoni mengungkapkan, bahwa dua wartawan itu sudah mendatangi sejumlah sekolah di Bangka Tengah meminta uang.

Awalnya, Pahtoni menerima info dari beberapa sekolah lain yang sudah terlebih dahulu menjadi korban Dona Firhan dan Hardi.
Beberapa sekolah tersebut memberi saran kepada Pahtoni agar mengabaikan saja jika ada orang yang datang ke sekolah mengaku sebagai wartawan dan meminta sejumlah uang.

"Sehingga, saya abaikan mereka dan langsung menghubungi Kanit Reskrim Polsek Koba memohon bantuan, bahwa ada dua orang mengaku wartawan datang ke sekolah mau sosialisasi, tapi sosialisasi tidak dilaksanakan, malah minta uang," katanya.

Pahtoni menuturkan, Dona Firhan dan Hardi sudah terlebih dahulu beraksi di SDN 11 dan SDN 13 Koba sebelum menyasar uang dari SDN 10 Koba.

Di kedua sekolah sebelum SDN 10 Koba, dua wartawan tersebut sempat diberikan uang senilai Rp50 ribu tapi karena merasa kurang lalu meminta tambah.

Pahtoni berharap, Polres Bangka Tengah bisa mengatasi kasus yang dianggapnya pemerasan tersebut dan berterima kasih kepada Polsek Koba yang sigap dan bergerak cepat.

"Saya belum jadi korban, karena saya pelajari dulu konteksnya, yang ngasih Rp200 ribu malah ditulis Rp900 ribu, timbul pertanyaan apa tujuannya, jelas ini pemerasan, takutnya jika dibiarkan, akan muncul korban lainnya dan mohon untuk diproses," katanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Koba Aiptu Doni membenarkan adanya dua orang pria yang mengaku wartawan dengan modus datang ke sekolah ingin sosialisasi dan meminta bantuan berupa uang sudah diamankan.

"Benar, kami sudah amankan dua orang yang mengaku wartawan dan mau melakukan sosialisasi, tapi meminta uang operasional peliputan dan saat ini dua orang tersebut sudah kami serahkan ke Polres Bangka Tengah untuk penyidikan lebih lanjut," katanya. (w6)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved