Berita Pangkalpinang
Pangkalpinang Waspadai Potensi Banjir Rob, Tim Reaksi Cepat Siaga 24 Jam
Tim tersebut melakukan patroli rutin di titik-titik rawan banjir rob, khususnya di Kelurahan Opas Indah, Gedung Nasional, dan Pasir Putih.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) selama 24 jam guna mengantisipasi banjir rob yang berpotensi melanda pesisir Pangkalpinang.
Tim tersebut melakukan patroli rutin di titik-titik rawan banjir rob, khususnya di Kelurahan Opas Indah, Gedung Nasional, dan Pasir Putih.
Patroli rutin dilakukan pada jam-jam tertentu saat air laut pasang.
"Personel TRC disiagakan selama 24 jam untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat jika terjadi banjir," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, Senin (24/2/2025).
Selain itu, lanjut Dedy, pihaknya juga aktif menyampaikan informasi terkait potensi banjir rob kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial, dan koordinasi dengan pemerintah setempat.
“Wilayah pesisir di empat kelurahan, yaitu Gedung Nasional, Opas, Pasir Putih, dan Gerunggang, berpotensi terdampak banjir rob akibat pasang air laut. Potensi banjir rob sangat besar, terutama pada subuh hingga siang hari antara pukul 04.00 hingga 09.00 WIB," ujarnya.
Dedy pun mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di pesisir selama periode pasang tinggi untuk menghindari risiko.
Kemudian, mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih aman guna menghindari kerusakan akibat genangan air.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan banjir rob, untuk selalu waspada dan mematuhi imbauan yang diberikan demi keselamatan bersama," tutur Dedy.
Dipengaruhi kondisi astronomi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan beberapa wilayah pesisir di Bangka Belitung, seperti Pangkalpinang, Bangka Barat, dan Bangka, berpotensi mengalami banjir rob pada 26 Februari-2 Maret 2025.
Potensi banjir rob tersebut dipicu oleh naiknya permukaan air laut. Potensinya akan makin besar jika terjadi hujan berintensitas tinggi bersamaan dengan kenaikan muka air laut.
Prakirawan Senior BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriyadi, mengatakan, fenomena tersebut dipengaruhi oleh kondisi astronomi, yakni fase bulan baru pada 28 Februari 2025 dan Perigee posisi bulan berada di titik terdekat dengan Bumi pada 1 Maret 2025.
Kombinasi kedua faktor ini menyebabkan gaya tarik gravitasi bulan terhadap air laut meningkat sehingga berdampak pada tingginya pasang air laut.
"Prediksi kami sesuai dengan pola gravitasi Bulan, di mana pasang air laut akan lebih tinggi dari biasanya. Namun, banjir pasang ini bukan gelombang laut sehingga sulit diprediksi secara pasti karena turut dipengaruhi oleh faktor geografis, curah hujan, serta kondisi air sungai yang bermuara ke laut," kata Slamet, Senin (24/2/2025).
| Agus Hendrayadi Pimpin DPD PA GMNI Bangka Belitung |
|
|---|
| Kunjungi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Presiden PKS Sempatkan Main Mini Soccer |
|
|---|
| Askot PSSI Kota Pangkalpinang Siapkan Seleksi Terbuka |
|
|---|
| Ali Muzakir Jabat Kursi Ketua ICF Bangka Belitung |
|
|---|
| Peresmian Gedung Baru Sekolah Advent Pangkalpinang, Wali Kota Minta Kelola dengan Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20230125_Banjir-rob-kembali-menggenangi-wilayah-Kelurahan-Opas-Indah.jpg)