Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Ajak Masyarakat Lestarikan Permainan Tradisional

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengajak masyarakat di daerah itu untuk melestarikan permainan tradisional.

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
LOMBA PILUN/ HADANG -- Sejumlah tim dari instansi pemerintah maupun pelajar ketika mengikuti lomba pilun atau hadang di Kawasan Sport Center Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (26/2/2025). Total terdapat 156 tim ikut berpartisipasi dalam perlombaan tradisional. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengajak masyarakat di daerah itu untuk melestarikan permainan tradisional. Pelestarian permainan tradisional ini ditargetkan bisa mengurangi kecanduan gawai oleh generasi muda saat ini. Sekaligus menjadi wadah bersosialisasi antarwarga dan menjaga kesehatan karena berlarian di tengah lapangan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan, Firmansyah mengatakan, guna melestarikan permainan tradisional pihaknya menggelar sejumlah perlombaan yang mengangkat nilai-nilai budaya. Kegiatan tersebut perlu dilanjutkan agar masyarakat, khususnya generasi muda yang mungkin belum mengenal permainan tradisional tersebut. 

"Kami mencoba mengangkat kembali berbagai permainan ini dalam bentuk lomba. Agar lebih menarik dan banyak anak-anak yang ikut," kata Firmansyah, Rabu (26/2).

Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan permainan tradisional ini bisa dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Setidaknya terdapat empat perlombaan yang dilakukan, yakni senam Asak Kawa Kite Pacak, pilun atau hadang alias gobak dorong, bakiak dan egrang.

Peserta terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, sekolah, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu pelajar dan umum, dengan kelas putra dan putri. Dengan total 156 tim dan perorangan ikut dalam empat perlombaan tersebut. Sebanyak 60 tim ikut berpartisipasi lomba pilun dan bakiak, 20 orang lomba egrang dan 16 tim lomba senam. Dengan begitu setidaknya bisa membangkitkan kejayaan permainan tradisional.

"Tujuannya untuk melestarikan olahraga tradisional yang dulunya sangat sering kita mainkan. Tetapi dengan perkembangan teknologi permainan tradisional mulai kurang diminati oleh anak-anak," jelas Firmansyah.

Lewat pelestarian permainan tradisional lanjut dia, pemerintah berupaya agar anak-anak tidak ketergantungan dalam bermain gawai. "Perlombaan ini akan menjadi agenda tahunan, tidak hanya melestarikan kebudayaan tetapi juga menarik kunjungan wisatawan. Dampaknya berdampak terhadap perputaran ekonomi," urainya.

Firmansyah berharap upaya memperkenalkan permainan tradisional tidak hanya sekali yang memanfaatkan momen tertentu. "Jadi kami akan kembali memasyarakatkan permainan tradisional tersebut agar tidak semakin ditinggalkan oleh kemajuan zaman," pungkas Firmansyah. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved