Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Rantai Pasok TBS Sawit 

Pengawasan dilakukan terhadap pemilik delivery order (DO), pengepul, hingga pabrik kelapa sawit (PKS)

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
BAHAS TBS SAWIT – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menggelar pertemuan dengan perusahaan pabrik kelapa sawit dan pemilik delivery order (DO) di Ruang Rapat Gunung Namak, kantor bupati setempat, Jumat (8/5/2026). Pemerintah daerah berupaya membangun kesepahaman mengenai tata niaga sawit yang dinilai lebih adil. 

TOBOALI, BANGKA POS - Pemertintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, mulai memperketat pengawasan rantai pasok tandan buah segar (TBS) kelapa sawit guna menjaga kestabilan harga di tingkat petani.

Pengawasan dilakukan terhadap pemilik delivery order (DO), pengepul, hingga pabrik kelapa sawit (PKS) agar selisih harga tidak terlalu jauh sebelum TBS masuk ke pabrik. 

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Bangka Selatan, M Zamroni mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan di lapangan agar pemilik DO tidak memasang harga terlalu jauh dari harga yang diterima pabrik kelapa sawit.

Rantai distribusi sawit dari petani menuju PKS melibatkan beberapa pihak, seperti pengepul dan pemilik DO, yang memiliki biaya operasional masing-masing.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berupaya memastikan selisih harga tetap berada pada batas kewajaran sehingga tidak merugikan petani.

“Kami melihat ada rentang harga antara petani sampai dengan PKS dan fungsi kami memastikan nilai kewajaran itu tetap terjaga,” kata Zamroni kepada Bangka Pos, Jumat (8/5/2026).

Zamroni menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga menyesuaikan pengawasan tersebut dengan kebutuhan operasional yang dikeluarkan pengepul dan pemilik DO.

Menurutnya, biaya distribusi dan operasional menjadi faktor yang menyebabkan harga di tingkat petani berbeda dengan harga di pabrik. 

Namun, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan selisih harga tersebut tidak boleh terlalu besar hingga mengurangi keuntungan petani secara signifikan.

Nilai yang ditetapkan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional pengepul dan pemilik DO.

Selain persoalan harga, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan juga meminta para pemilik DO melakukan pembinaan kepada petani agar menghasilkan buah sawit berkualitas baik.

Pembinaan dinilai penting karena kualitas buah yang dipanen petani masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah perkebunan rakyat. 

Zamroni mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan di lima pabrik kelapa sawit yang dilakukan beberapa waktu lalu, masih ditemukan buah sawit yang belum memenuhi standar kualitas.

“Kami masih menemukan petani menjual buah sawit di bawah tiga kilogram dan ada juga buah yang masih mentah,” ujarnya.

Zamroni menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab harga sawit petani sulit meningkat secara optimal.

Di satu sisi petani menginginkan harga tinggi, namun di sisi lain kualitas hasil panen belum sepenuhnya memenuhi standar yang diharapkan pabrik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menilai edukasi dan pembinaan kepada petani harus terus dilakukan agar kualitas TBS yang dijual makin baik. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved