Rabu, 22 April 2026

1,076 Juta Liter Minyakita Terdistribusi di Bangka 

Perum Bulog Kantor Cabang Bangka terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Pulau Bangka

Editor: suhendri
KOMPAS.com/ Nur Khalis
Ilustrasi Minyakita. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Cabang Bangka terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Pulau Bangka.

Salah satu fokusnya utama adalah memastikan distribusi minyak goreng jenis Minyakita tetap lancar di tengah tingginya permintaan masyarakat, sekaligus menjaga ketersediaan stok bahan pangan pokok lainnya.

Kepala Cabang Bulog Bangka, A Fahmi Yasin, mengatakan, hingga Maret 2025 distribusi Minyakita di Pulau Bangka telah mencapai 1.076.400 liter dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Penyaluran dilakukan melalui pola distribusi berjenjang, dimulai dari Bulog sebagai distributor lini satu (D1) ke distributor lini dua (D2) hingga akhirnya ke pengecer dan konsumen.

"Distribusi Minyakita ini kami lakukan dengan memastikan harga tetap sesuai ketentuan pemerintah. Dengan pola rantai pasok yang tertata baik, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses minyak goreng dengan harga yang terjangkau," ujar Fahmi, Kamis (13/3/2025).

Dia menambahkan, distribusi minyak goreng tersebut melibatkan sejumlah distributor besar, di antaranya PT BMAM dengan kuota terbesar mencapai 252.000 liter, disusul PT MMJ, PT HJM, PT PPI, PT RNI, dan MM Acing dengan total distribusi 360.000 liter pada Maret 2025.

Selain minyak goreng, kata Fahmi, pihaknya juga memastikan ketersediaan  beras tetap dalam kondisi aman.

Saat ini , stok beras komersial di Bangka mencapai 1.744 ton.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pun terus digencarkan dengan realisasi distribusi mencapai 676.540 kilogram beras dengan HET Rp13.100 per kilogram.

"Dengan jumlah stok yang ada, kami optimistis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Bangka, terutama menjelang momen-momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri yang biasanya diiringi lonjakan permintaan," kata Fahmi.

Selain beras dan minyak goreng, Bulog Bangka juga mendistribusikan berbagai komoditas lainnya, seperti gula, tepung terigu, dan beras premium.

Meski dijual dengan skema komersial, harga komoditas tersebut tetap mengikuti ketentuan HET dan harga acuan penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan, pihaknya juga aktif menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah untuk menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi strategi efektif dalam menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah gejolak harga pangan global yang berpotensi memengaruhi pasar domestik.

"Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan adalah prioritas utama kami. Melalui kerja sama erat dengan pemerintah daerah dan distributor, kami berkomitmen untuk terus mengantarkan kebaikan bagi masyarakat Bangka," tutur Fahmi. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved