Berita Bangka Barat
Puncak Arus Mudik Diprediksi 27-29 Maret 2025, Dishub Bangka Barat Mulai Persiapan
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah menyiapkan sejumlah skema dan mekanisme persiapan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri.
MENTOK, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah menyiapkan sejumlah skema dan mekanisme persiapan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri. Diprediksi arus mudik mulai ramai pada 27,28, dan 29 Maret 2025 dan arus balik pada 5-7 April 2025.
Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, menjadi lokasi yang selalu ramai setiap tahunnya. Pasalnya, kawasan ini digunakan pemudik menyeberang ke Sumatera Selatan, melalui Pelabuhan Tanjungkalian-Tanjung Api Api.
Kepala Bidang Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi mengatakan, persiapan pemerintah menyambut mudik lebaran sama seperti tahun-tahun sebelumnya. "Seperti tahun-tahun sebelumnya tidak banyak perubahan kita melakukan komunikasi dengan ASDP, Dishub Provinsi Babel dan Forkopimda Bangka Barat terkait kerja sama persiapan arus mudik ini," kata Juswardi, Kamis (13/3).
Ia menambahkan, pembuatan posko mudik lebaran bakal dilakukan pada 22 Maret hingga 8 April 2025, di sejumlah titik seperti Pelabuhan Tanjungkalian Mentok dan lokasi lainnya. "Persiapan dari kami menyiapkan anggota posko di sana, pemantauan, terkait harus mudik lebaran. Untuk prediksi puncak harus mudik itu 27,28, dan 29 Maret 2025," katanya.
Juswardi menambahkan, mereka yang mudik melalui Pelabuhan Tanjungkalian, setiap tahunnya banyak menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, ketimbang pejalan kaki. "Kalau setiap tahun roda empat mendominasi, jadi juga juga setiap tahun menyiapkan buffer zona untuk antrean, dan mengurai kemacetan kendaraan yang ingin menyeberang dari Pelabuhan Tanjungkalian Mentok ke Tanjung Api Api Sumatera Selatan," katanya.
Selain itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), mengeluarkan surat edaran (SE) guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Idulfitri 1446 H dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Dalam SE Nomor 2 Tahun 2025 itu diatur tentang penyesuaian tugas kedinasan aparatur sipil negara (ASN).
Isinya meminta pimpinan instansi pemerintah dapat menyesuaikan tugas kedinasan ASN di lingkungan instansinya masing-masing dengan lebih fleksibel. Seperti pelaksanaan tugas kedinasan di kantor work from office/WFO dan pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah atau work from home/WFH dan lokasi lain yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah atau work from anywhere/WFA.
"Jadi ada kebijakan dari pemerintah pusat WFH, per 24 Maret 2025 itu untuk ASN di WFH, jabatannya untuk Kasi ke bawah. Sudah libur dan mulai mudik. Tujuannya agar dapat mecahkan biar tidak padat, apabila ada yang ingin mudik duluan," kata Juswardi.
Juswardi mengatakan, pada tahun ini terdapat dua momen hari besar, Idulfitri 1446 H dan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, sehingga diantisipasi oleh pemerintah untuk memecah arus mudik selama lebaran. "Karena ada dua momen Idulfitri bertemu Nyepi, jadi jangan sampai numpuk. Sehingga diberlakukanlah aturan itu," katanya.
Diakuinya, Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, selalu ramai menjadi pilihan sejumlah ASN dan pegawai lain, yang ingin menyeberang ke Provinsi Sumatera Selatan. "Yang sering pulang rata-rata ASN, atau pegawai pemerintah lainnya, dari Pangkalpinang, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Induk, Belitung, mereka menyeberang ke Lampung, Palembang," katanya.
Pihaknya juga memprediksi tahun ini, bakal terjadi peningkatkan pemudik, walaupun dalam kondisi ekonomi lesu. "Dari ASDP dan Dishub Provinsi Babel kemarin menyampaikan ada kenaikan, di angka 5-10 persen dari tahun sebelumnya. Tetapi apabila kita lihat ekonomi sekarang sedang lesu, daya beli kurang. Kemungkinan bisa saja arus mudik menurun," pungkasnya. (riu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Kapal-di-Pelabuhan-Tanjung-Kalian-Mentok-Bangka-Barat-jelang-mudik-lebaran.jpg)