Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Permintaan Gas Melon di Pangkalpinang Melonjak Jadi 4.000-4.480 Tabung per Hari

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pihaknya mendapat tambahan pasokan dari Pertamina melalui mekanisme extra loading.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
STOK ELPIJI 3 KG - Stok elpiji 3 kg di PT Cahaya Iqra Mitra Mandiri di Kerabut, Kota Pangkalpinang, Selasa (25/3/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Permintaan elpiji 3 kilogram di Pangkalpinang mengalami peningkatan menjelang Idulfitri 2025.

Salah satu agen penyalur di Pangkalpinang, PT Cahaya Iqra Mitra Mandiri, mencatat distribusi elpiji yang kerap disebut ”gas melon” ini melonjak hingga menjadi 4.000-4.480 tabung per hari, lebih tinggi dibanding hari biasa.   

Direktur PT Cahaya Iqra Mitra Mandiri, Gilang, mengatakan, peningkatan permintaan elpiji 3 kg menjelang Lebaran sudah menjadi tren tahunan.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pihaknya mendapat tambahan pasokan dari Pertamina melalui mekanisme extra loading.

"Biasanya kami mendistribusikan 3.360 tabung per hari ke 111 pangkalan selama Ramadan ini. Menjelang Lebaran, permintaan meningkat dan Pertamina biasanya menambah suplai satu hingga dua mobil truk atau sekitar 560 hingga 1.120 tabung tambahan," kata Gilang kepada Bangka Pos, Selasa (25/3/2025).

Gilang pun memastikan stok elpiji 3 kg tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan.

Ia menyebut distribusi dari Pertamina berjalan normal tanpa hambatan, bahkan sering ada penambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.

"Pasokan masuk setiap hari, tidak ada pengurangan atau kendala distribusi. Bahkan, Pertamina sering menambah pasokan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi," ujarnya.

Gilang pun berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi elpiji bersubsidi ini tetap merata hingga Lebaran.

Lebih lanjut, Gilang mengingatkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di pangkalan adalah Rp18.000 per tabung.

Jika masyarakat menemukan pangkalan menjual di atas harga tersebut, ia meminta agar segera melapor ke call center agen Pertamina atau langsung ke agen resmi.

"Kalau ada pangkalan yang menjual di atas HET, silakan laporkan. Kami akan tindak lanjuti dan beri sanksi sesuai ketentuan, mulai dari teguran (SP1, SP2) hingga sanksi terberat berupa pemutusan kerja sama," kata Gilang. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved