Kabar Belitung Timur
Cerita Pilu Supardi Pasca Tempat Usahanya Terbakar
Suasana pilu dialami Supardi, pasca warung ayam bakar dan toko perabotan plastik ludes terbakar.
MANGGAR, BABEL NEWS - Suasana pilu dialami Supardi, pasca warung ayam bakar dan toko perabotan plastik sebagai tempat mendapatkan pundi-pundi rupiah setiap harinya ludes terbakar pada Minggu (6/4).
Tiga tahun sudah, Supardi berjualan perabotan plastik dan selama tiga bulan ini ia juga berjualan ayam bakar di toko sewaan milik Yaya yang berada di Desa Kurnia Jaya, Manggar.
Pukul 01.30 dini hari, Supardi yang berusia 42 tahun itu pulang ke rumahnya yang terletak di Desa Baru, Manggar. Ia langsung bersiap untuk beristirahat, setelah letih seharian berjualan dari pagi hingga dini hari.
Namun saat baru memejamkan matanya, ia dikejutkan dengan ketukan pintu rumahnya pada pukul 03.00 WIB.
Yaya, pemilik toko datang dengan wajah panik mengabari tempat Suhardi berjualan sedang mengalami kebakaran hebat.
Saat tiba di lokasi, Supardi dengan ekspresi wajah menahan sedih dan kaget, dicampur dengan hati yang tak karuan hanya bisa menatap ke arah toko yang sedang dilahap api.
Api dengan cepat melahap toko perabotan plastik dan warung ayam bakar yang berada dalam satu bedeng itu.
"Panik dan sedih rasanya, tapi mau gimana lagi namanya musibah. Tidak menyangka, yang awalnya masih baik-baik saja karena baru jam 01.30 pulang dari toko. Pukul 03.00 didatangi pemilik toko dan langsung ke lokasi langsung kaget lihat api sudah besar di toko," ujar Supardi, Senin (7/4).
Aksi petugas pemadam kebakaran yang sigap membuat api berhasil dipadamkan setelah satu jam.
Meski begitu, kobaran api yang semakin besar, membuat barang-barang dagangan Supardi tidak bisa diselamatkan.
Supardi mengaku telah pasrah atas kejadian ini. Dengan raut sedih ia mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit.
"Saya pasrahkan semua ke yang di atas, namanya hidup ada suka duka. Semua barang habis terbakar, sekitar ratusan juta ruginya," ujar Supardi.
Supardi yang baru saja kehilangan mata pencaharian untuk menafkahi keluarganya, mengaku bingung untuk memulai usaha baru.
"Usaha ini sudah tiga tahun saya bangun, setelah ada kejadian ini masih bingung untuk memulai usaha baru atau kerja apa nanti," ujar Supardi dengan raut wajah sedih. (mg1)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/KONDISI-WARUNG-Kondisi-warung-makan-ayam-bakar.jpg)