Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang Inflasi 1,39 Persen

Ini merupakan angka inflasi tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
RILIS BERITA RESMI BPS - Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go (kiri), dan Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri (kanan), menyampaikan paparan dalam agenda rilis Berita Resmi Statistik (BRS) terkait perkembangan inflasi Kota Pangkalpinang Maret 2025 di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Selasa (8/4/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Kota Pangkalpinang pada Maret 2025 tercatat 1,39 persen.

Ini merupakan angka inflasi tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Angka tersebut juga menandai kembalinya tren kenaikan harga setelah selama beberapa bulan sebelumnya berada pada level rendah, bahkan sempat menyentuh deflasi pada Januari dan Februari 2025.

"Pangkalpinang mencatat tingkat inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dibandingkan dengan Tanjungpandan yang hanya mencatat 0,71 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, dalam agenda rilis Berita Resmi Statistik (BRS) terkait perkembangan inflasi Kota Pangkalpinang Maret 2025 di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Selasa (8/4/2025).

Dewi menyebutkan, inflasi y-on-y pada Maret 2025 tersebut dipicu oleh kenaikan indeks di seluruh kelompok pengeluaran rumah tangga.

Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 3,82 persen, diikuti oleh kelompok transportasi (3,04 persen) dan rekreasi, olahraga dan budaya (3,02 persen).

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang biasanya menjadi pendorong utama inflasi, hanya naik sebesar 1,31 persen, tetapi tetap memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y yaitu sebesar 0,41 persen, sama dengan kelompok transportasi.

Adapun komoditas penyumbang utama inflasi y-on-y, di antaranya sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk, angkutan udara, dan minyak goreng.

Kendati demikian, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi, seperti beras, ikan kerisi, ikan kembung, ikan selar, ikan pari, cabai merah, tomat, bayam, sawi hijau, telur ayam ras, dan pepaya.

"Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, inflasi y-on-y Maret 2025 sebesar 1,39 persen ini lebih rendah dari Maret 2024 (2,24 persen) dan jauh lebih rendah dari Maret 2023 (4,04 persen)," ujar Dewi.

Hal itu, lanjut dia, menunjukkan adanya perbaikan dalam pengendalian harga, namun masyarakat dan pelaku usaha tetap perlu waspada.

"Kita patut bersyukur inflasi masih terkendali, tetapi kita juga harus tetap waspada terhadap lonjakan harga-harga musiman dan potensi tekanan dari sektor energi," tutur Dewi.

Inflasi bulanan 1,78 persen

Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) di Kota Pangkalpinang pada Maret 2025 tercatat 1,78 persen, sedangkan inflasi sepanjang tahun berjalan (year-to-date/y-to-d) tercatat 1,03 persen. 

Untuk inflasi bulanan (m-to-m), kata Dewi, lonjakan harga terbesar dipicu oleh tarif listrik, ikan tenggiri, bawang merah, mi instan, cabai rawit, hingga emas perhiasan dan buah-buahan seperti nanas dan jeruk.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved