Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Dorong Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Jadi Bandara Internasional, Hellyana: Demi Kemajuan Daerah

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana mendorong Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung kembali jadi bandara internasional.

Tayang:
(Ist/Pemprov Babel)
KUNJUNGAN - Wagub Bangka Belitung Hellyana saat mengunjungi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (22/4/2025) kemarin. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana mendorong Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung kembali jadi bandara internasional. Hal ini diungkapkannya saat berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Ruang Rapat Loka Kretagama, Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Selasa (22/4). 

Hellyana menegaskan, pentingnya status internasional bagi Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, untuk menunjang pariwisata dan membuka peluang investasi di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Belitung yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan.

"Jemput bola ke pusat adalah bagian dari upaya kami, memastikan konektivitas udara Bangka Belitung tidak terputus dari jaringan internasional. Bandara H.A.S. Hanandjoeddin pernah menyandang status internasional, dan kini saatnya kita perjuangkan kembali demi kemajuan daerah," ujar Hellyana dalam rilisnya, Rabu (23/4).

Ia menambahkan, dengan kembali diberlakukannya status internasional, Belitung akan lebih mudah dijangkau oleh wisatawan mancanegara serta membuka potensi ekspor langsung dari daerah. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan pembangunan.

Selain H.A.S. Hanandjoeddin, dua bandara lainnya yang dibahas dalam rapat tersebut adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang, Sumatera Selatan) dan Bandara Jenderal Ahmad Yani (Semarang, Jawa Tengah).

Hellyana yang hadir didampingi Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan dan rekomendasi yang positif terhadap usulan ini.

"Demi perekonomian kami yang terus naik, dan untuk perkembangan pariwisata kami agar tidak mati, karena dari Film Laskar Pelangi kami dan penetapan Unesco Global Geopark kami booming dan banyak wisatawan datang ke Belitung. Penetapan Bandara HAS Hanandjoeddin sebagai Bandara Internasional tahun 2017 lalu sangat disambut oleh masyarakat, namun dengan ditariknya kembali status bandara waktu itu sangat membuat kami sangat sedih," ungkapnya.

Untuk itu, segala upaya dirinya kerahkan agar terwujud kembalinya Bandara HAS Hanandjoeddin sebagai Bandara Internasional. "Kami siap memenuhi segala rekomendasi dan persyaratan yang dibutuhkan demi kemajuan daerah," pungkasnya.

Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi yang memimpin jalannya rapat, menyambut baik usulan percepatan penetapan kembali tiga bandara tersebut sebagai bandara internasional.

"Kami dari Kemenko Perekonomian sangat mendukung percepatan penetapan kembali tiga bandara ini. Ini sejalan dengan agenda percepatan pertumbuhan ekonomi, pengembangan pariwisata, investasi, dan penciptaan lapangan kerja," ujar Elen Setiadi.

Namun demikian, menurutnya, masih ada sejumlah catatan administratif yang harus dilengkapi. Dari ketiga bandara, hanya Bandara H.A.S. Hanandjoeddin yang dinilai paling siap dari segi kelengkapan dokumen persuratan yang telah dikirimkan ke kementerian terkait.

"Secara prinsip semua kementerian dan lembaga mendukung. Ketiga bandara ini sebelumnya sudah berstatus internasional, sehingga secara fasilitas dan SDM sudah tersedia. Tinggal finalisasi koordinasi, termasuk dengan pihak pertahanan untuk aspek keamanan wilayah," jelas Elen Setiadi. (*/riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved