Berita Pangkalpinang
Pendapatan Negara di Babel Tembus Rp765,6 Miliar per 31 Maret 2025
Realisasi pendapatan negara di Babel per 31 Maret 2025 mencapai Rp765,6 miliar atau 23,23 persen dari target.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menilai kinerja fiskal regional menunjukkan tren positif hingga akhir triwulan I-2025.
Hal itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Babel, Edih Mulyadi, dalam kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahun 2024 dan Kinerja APBN Triwulan I-2025 yang diselenggarakan secara hibrida di aula Kanwil DJPb Babel, Selasa (29/4/2025).
Edih mengungkapkan, realisasi pendapatan negara di Babel per 31 Maret 2025 mencapai Rp765,6 miliar atau 23,23 persen dari target. Capaian ini tumbuh 25,33 persen (year-on-year/yoy/ secara tahunan) dan ditopang kuat oleh penerimaan perpajakan yang mendominasi sebesar 90,23 persen dari total pendapatan negara.
Adapun dari sisi belanja negara, realisasi tercatat Rp2,24 triliun atau 23,16 persen dari pagu, dengan transfer ke daerah (TKD) menyerap Rp1,72 triliun atau 76,75 persen dari total belanja.
"Belanja negara kita masih didominasi oleh TKD, dan ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, efektivitas penyaluran harus dijaga melalui perencanaan yang lebih matang dan efisien," ujar Edih.
Pada kesempatan yang sama, Edih juga menyebutkan, realisasi APBD Babel hingga triwulan I-2025 menunjukkan surplus anggaran sebesar Rp92,09 miliar.
Pendapatan daerah tercatat Rp1,45 triliun, dengan porsi terbesar berasal dari dana transfer sebesar Rp1,14 triliun atau 78,90 persen.
Adapun belanja daerah mencapai Rp1,35 triliun, didominasi oleh belanja operasi sebesar Rp1,14 triliun atau 84,38 persen dari total belanja.
Lebih lanjut, Edih menegaskan pentingnya efisiensi belanja daerah dan mendorong pemanfaatan creative financing dalam pembangunan infrastruktur melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) maupun blended finance.
Ia juga mendorong pemanfaatan instrumen digital seperti kartu kredit pemerintah dan aplikasi Digipay untuk mendukung akuntabilitas dan efisiensi belanja.
"Pemda perlu mengkaji potensi penerapan Green and Blue Financing karena Bangka Belitung punya potensi besar di sektor kelautan, pariwisata, dan lingkungan yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan," tutur Edih.
Kegiatan Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahun 2024 dan Kinerja APBN Triwulan I-2025 turut dihadiri perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, akademisi, hingga pelaku usaha.
Kegiatan ini juga membahas hasil kajian ketahanan pangan di Babel serta peluang investasi daerah.
Menurut Edih, ketahanan pangan perlu diperkuat melalui kolaborasi multisektor, terutama untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi global. (t2)
| MTQ VIII Korpri Tingkat Provinsi Bangka Belitung Tahun 2026 Jadi Media Pencari Bakat Terbaik |
|
|---|
| Bangka Belitung Juara Kejurnas ORADO 2026, Ricky Kurniawan Beri Apresiasi |
|
|---|
| Pemkot Pangkalpinang Genjot Normalisasi Sungai di Titik Rawan Banjir |
|
|---|
| Angin Kencang Masih Mengintai, BMKG Ingatkan Warga Babel Tetap Waspada |
|
|---|
| PWNU Babel Gelar Halalbihalal Akbar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20250429_Edih-Mulyadi.jpg)