Jumat, 5 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Bank Indonesia Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Bangka Belitung

Bank Indonesia Bangka Belitung berkomitmen menjaga inflasi 2025 dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen

Tayang:
Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Rommy Sariu Tamawiwy
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, mengatakan, pihaknya terus memperkuat sinergi dan koordinasi pengendalian inflasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta berbagai mitra strategis guna menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Rommy menyebutkan, tekanan inflasi bulanan pada April 2025 yang tercatat sebesar 0,77 persen (mtm) menurun tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,83 persen (mtm), merupakan hasil nyata dari upaya sinergis yang telah dijalankan. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,17 persen (mtm).

"Tekanan inflasi di April sebagian besar bersumber dari kenaikan harga sayuran dan ikan segar akibat terbatasnya pasokan lokal, cuaca ekstrem, dan tingginya permintaan pasca-Idulfitri," kata Rommy kepada awak media, Minggu (4/5/2025).

Meski demikian, pihaknya tetap memandang perlunya kewaspadaan terhadap berbagai risiko ke depan.

Bank Indonesia Bangka Belitung pun berkomitmen menjaga inflasi 2025 dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen, dengan memperkuat pelaksanaan tiga langkah strategis, menjaga inflasi inti, menstabilkan harga bergejolak dalam kisaran 3,0–5,0 persen, dan memperkuat koordinasi pusat dan daerah melalui Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025–2027.

"Bank Indonesia juga terus mendorong implementasi kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," ujar Rommy.

Dalam aspek keterjangkauan harga, lanjut dia, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah telah melaksanakan sekitar 23 kali inspeksi mendadak (sidak) pasar di berbagai wilayah Bangka Belitung sepanjang Januari-April 2025.

Tujuannya untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok serta meredam kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan harga.

Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan pasokan, Bank Indonesia tercatat telah mendukung pelaksanaan 64 kali operasi pasar yang digelar oleh dinas perindustrian dan perdagangan provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di Babel.

Dukungan ini termasuk fasilitasi distribusi pangan, yang memungkinkan harga jual bahan pokok di pasar murah menjadi lebih rendah dari harga pasar.

"Bank Indonesia juga berperan aktif dalam penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah digelar sedikitnya 13 kali di berbagai wilayah. Selain mendukung teknis pelaksanaan, BI juga memastikan distribusi logistik pangan berjalan lancar," kata Rommy.

Dari sisi distribusi, Bank Indonesia mencatat telah memfasilitasi kegiatan distribusi pangan pada 11 kali operasi pasar selama empat bulan pertama 2025 di Babel.

Salah satu bentuk konkret upaya ini adalah pengiriman 17,5 ton daging sapi beku dari Jakarta ke Belitung Timur, sebagai tindak lanjut kerja sama antara Koperasi Pengendali Inflasi Daerah dan Perum Bulog Cabang Belitung.

Rommy juga menegaskan pentingnya komunikasi publik yang efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat.

Sepanjang Januari hingga April 2025, telah digelar delapan kali High Level Meeting (HLM) TPID di seluruh wilayah, disertai kampanye komunikasi publik melalui media cetak, radio, dan baliho pemerintah.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved