Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Unu Ibnudin: Pancasila Bukan Sekadar Dokumen Historis

Dengan lebih dari 270 juta penduduk yang memiliki latar belakang berbeda-beda, Pancasila hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
UPACARA HARI LAHIR PANCASILA - Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, M Unu Ibnudin, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 di halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang, Minggu (1/6/2025). Upacara berlangsung dengan khidmat meskipun di bawah guyuran gerimis. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 di halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang, Minggu (1/6/2025).

Upacara berlangsung dengan khidmat meskipun di bawah guyuran gerimis.

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, M Unu Ibnudin.

Pada kesempatan tersebut, Unu turut membacakan naskah pidato dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang berisi seruan reflektif untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia, Hari Lahir Pancasila. Kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya NKRI," kata Unu.

Ia menegaskan, Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam pembukaan UUD 1945, melainkan jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun untuk mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Unu pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar keberagaman Indonesia.

Dengan lebih dari 270 juta penduduk yang memiliki latar belakang berbeda-beda, Pancasila hadir untuk mempersatukan, bukan memecah belah.

Unu juga menyinggung soal agenda nasional "Asta Cita" atau delapan prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, salah satunya adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Dia menyebutkan, kemajuan tanpa arah ideologis mudah goyah, sedangkan kemajuan ekonomi tanpa nilai-nilai Pancasila berisiko melahirkan ketimpangan sosial.

"Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan bahwa pembangunan harus selalu berakar pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial," ujarnya.

Dalam bidang ekonomi, lanjut Unu, penguatan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, serta koperasi menjadi kunci untuk memastikan pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Di ruang digital, literasi dan etika digital harus ditegakkan sebagai bagian dari pengamalan nilai Pancasila.

"Seluruh elemen bangsa, dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran penting menjadi pelaku utama pembumian Pancasila," kata Unu.

Lebih lanjut, dia berharap, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama demi mewujudkan Indonesia yang maju secara teknologi sekaligus bermartabat secara moral. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved