PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat, baru sekitar 20 persen produksi beras yang dihasilkan oleh para petani lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam setahun. Hal ini diungkapkan Kepala DPKP Bangka Belitung, Edi Romdhoni, Kamis (12/6).
"Produksi beras dalam setahun ini belum mampu memenuhi kebutuhan beras lokal secara keseluruhan, sebab dalam setahun Provinsi Bangka Belitung butuh 140 ribu ton. Produksi lokal kita belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, makanya beras 80 persen didatangkan dari luar daerah," ujar Edi Romdhoni.
Edi Romdhoni mengungkapkan secara keseluruhan, dalam setahun produksi beras di Provinsi Bangka Belitung ini baru mencapai sekitar 35 ribu ton. "Untuk jumlah ini tersebar di beberapa kabupaten yang memiliki lahan persawahan, tetapi untuk yang terbesar di Kabupaten Bangka Selatan karena jadi sentra beras Bangka Belitung," tuturnya.
Diakuinya, untuk luas lahan persawahan di Kabupaten Bangka Selatan mencapai 13 ribu hektare. Dari luasan itu yang sudah berkontribusi sekitar 8.000 hektare tersebar di Desa Rias dan Serdang. "Dari 8.000 hektare ini, setiap hektare menghasilkan 5 ton gabah kering giling, jika dijadikan beras hanya 3 ton per hektare," ungkapnya. (riz)