Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Dorong Susun Perdes Tata Kelola Hasil Kebun Desa
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan meminta pemerintah desa penerima bantuan program bibit sawit segera menyiapkan regulasi.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan meminta pemerintah desa penerima bantuan program bibit sawit segera menyiapkan regulasi. Terutama untuk pemanfaatan hasil kebun kelapa sawit desa yang kini telah memasuki masa panen. Dengan adanya regulasi tata kelola pemanfaatan hasil kebun dapat lebih terarah dan minim penyalahgunaan.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengaku, telah menginstruksikan 34 kepala desa agar secepatnya menyusun peraturan desa (Perdes) penggunaan hasil kebun kelapa sawit bantuan pemerintah. Hal ini sebagai payung hukum agar kepala desa maupun perangkatnya tidak salah dalam pemanfaatan tata kelola hasil perkebunan desa.
"Saya sudah menginstruksikan dinas terkait serta perangkat desa untuk segera membuat regulasi. Terutama perdes untuk tata kelola hasil perkebunan kelapa sawit program bantuan pemerintah," kata Riza Herdavid, Jumat (13/6).
Menurutnya, pembentukan perdes sangat penting guna menjamin tata kelola hasil kebun desa. Karena dapat memberikan landasan hukum yang jelas pengelolaan kebun desa yang ditanami pohon kelapa sawit.
Melalui perdes memungkinkan desa untuk mengatur secara mandiri berbagai aspek terkait kebun, seperti pemanfaatan hasil, pembagian keuntungan hingga pengelolaan lahan. Dengan adanya perdes, desa dapat memastikan penggunaan kebun yang berkelanjutan, mengurangi potensi konflik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Segeralah pemerintah desa membuat regulasi sebagai payung hukum dalam penggunaan dan tata kelola hasil panen kebun desa," jelas Riza Herdavid.
Diakuinya, terdapat 34 desa yang sudah menerima program bantuan bibit kelapa sawit sejak tahun 2021-2024. Dengan total luas lahan yang tertanam bibit kelapa sawit mencapai 249,5 hektare lahan yang tersebar di tujuh kecamatan.
Sebesar 40 persen atau 101,5 hektare lahan dari total perkebunan tersebut telah memasuki panen perdana. Yakni Desa Jeriji, Kecamatan Toboali. Dilanjutkan, Desa Bencah, Desa Sidoharjo dan Desa Nyelanding, Kecamatan Airgegas. Desa Payung, Desa Irat, Desa Pangkalbuluh dan Desa Sengir, Kecamatan Payung. Terakhir Desa Tiram dan Desa Pasir Putih, Kecamatan Tukak Sadai.
Beberapa desa tersebut kini sudah mulai memiliki pendapatan asli desa (PADes) tambahan dari sektor perkebunan kelapa sawit desa. "Dengan adanya PADes otomatis desa tersebut lebih mandiri. Dari pada desa yang tidak ada penghasilan asli desa lainnya," ujarnya. (u1)
| Rakor Pembelian TBS Sawit yang Masih di Bawah Harga Acuan, Pemkab Basel Undang 5 Pabrik Sawit |
|
|---|
| 24.297 Warga Belum Terdaftar PBI, Pemkab Bangka Selatan Ajukan Penambahan Kuota |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Ajukan Bantuan Desalinasi untuk Kepulauan Pongok |
|
|---|
| TNI Dorong Percepatan Olah Lahan di Bangka Selatan |
|
|---|
| 2.747 Warga Manfaatkan Layanan RSUD Kriopanting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Riza-Herdavid-di-Kantor-DPRD-Basel.jpg)