Senin, 20 April 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan evaluasi diri pada momentum tahun baru Islam.

Istimewa/ Dok Protokol Pemkab Basel
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengajak masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan evaluasi diri pada momentum tahun baru Islam. Pergantian kalender Hijriah bukan hanya peristiwa seremonial, melainkan sebuah ajakan untuk merenung dan memperbaiki diri. Termasuk penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, 1 Muharam merupakan momentum yang tepat untuk refleksi dan evaluasi diri. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa langkah-langkah ke depan membawa dampak yang lebih baik dan terukur. Termasuk menekankan nilai hijrah sebagai semangat untuk tumbuh lebih baik, meningkatkan keimanan dan mempererat solidaritas di tengah masyarakat.

"Jadikan 1 Muharram ini momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt serta menebar rahmat bagi semesta," kata Riza Herdavid, Jumat (27/6).

Menurutnya, tahun baru Islam adalah waktu yang tepat untuk mengukur kembali arah dan capaian. Semangat hijrah yang menjadi dasar Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai dorongan agar berpindah dari keadaan lama menuju sesuatu yang lebih baik dan bermakna. 

Oleh karena itu, ia seluruh masyarakat bersama-sama berhijrah dan membawa perubahan positif bagi daerah. "1 Muharram ini memberi kita kesempatan berefleksi dan memulai langkah lebih baik bagi masa depan daerah. Mari wujudkan Bangka Selatan yang semakin maju dan bermartabat," sebut Riza Herdavid.

Dirinya turut menekankan pentingnya memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan solidaritas antar warga yang multi etnis di Kabupaten Bangka Selatan. Perayaan tersebut, tidak hanya menjadi simbol pergantian tahun dalam kalender Hijriyah. Akan tetapi juga menjadi ajang memperkuat tradisi dan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Moderasi beragama, dalam konteks agama dan hubungan antar umat beragama, berarti cara beragama yang berada di tengah-tengah dan tidak berlebihan.  

Terpenting bisa menghargai perbedaan agama dan keyakinan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Sehingga mampu memberi inspirasi bagi seluruh warga untuk mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat, daerah, dan negara. Semangat hijrah ini harus dijadikan landasan bersama untuk membangun daerah yang lebih baik. 

"Mari bersama bergerak, bekerja, dan berkolaborasi guna mewujudkan Bangka Selatan yang religius, mandiri dan sejahtera," ucapnya. (u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved