Senin, 20 April 2026

PT PLN Tanam 10.000 Mangrove di Pantai Penyak Bangka Tengah

Penanaman ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Editor: suhendri
ISTIMEWA
PENANAMAN MANGROVE - Berfoto bersama dalam kegiatan penanaman 10.000 mangrove di Pantai Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, yang digelar PT PLN, Jumat (1/8). 

KOBA, BABEL NEWS - PT PLN melakukan penanaman 10.000 mangrove di Pantai Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (1/8/2025).

Penanaman ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kata  Efrianda, memberikan apresiasi kepada PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung karena telah memilih Bangka Tengah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kami atas nama pemerintah daerah, atas nama Pak Bupati, banyak-banyak mengucapkan terima kasih PT PLN yang telah menjadikan Bangka Tengah, khususnya Desa Penyak, menjadi tempat penanaman 10 ribu pohon mangrove," kata Efrianda.

Ia berharap penanaman mangrove ini bisa memperbaiki ekosistem lingkungan di wilayah tersebut.

"Mudah-mudahan kegiatan ini berdampak positif bagi kita semua, berdampak positif bagi habitat mangrove, khususnya di Bangka Tengah,” ujar Efrianda.

“Sekali lagi, terima kasih kepada PLN, semoga makin maju dan jaya untuk memajukan Indonesia," lanjutnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIW Babel, Dini Sulistyawati, mengatakan, penanaman mangrove ini merupakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Dini memastikan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya PLN untuk terus menghadirkan energi yang tak hanya menyala di rumah-rumah, tetapi juga menyalakan semangat perubahan untuk lingkungan, masyarakat, dan masa depan bangsa.

"Penanaman 10.000 mangrove hari ini adalah bagian dari transformasi PLN menuju energi yang lebih hijau," katanya.

Menurut Dini, transisi energi yang dilaksanakan PLN tidak bisa dilepaskan dari konteks keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, energi bersih tidak hanya diukur dari teknologi yang digunakan, tetapi juga dari nilai yang ditanamkan, yaitu nilai-nilai kepedulian, pelestarian, dan kolaborasi.

"Listrik yang kami salurkan tidak akan berarti jika bumi tempat kita berpijak tidak dijaga dengan baik. Maka, hari ini kita menanam bukan hanya mangrove, tetapi juga harapan dan langkah kecil yang akan membawa dampak besar di masa depan," tutur Dini. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved