Selasa, 7 April 2026

Berita Bangka Barat

Buruh Pemecah Batu Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi

Ameril alias Asep (52) warga Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi.

IST/Polres Babar
MENINGGAL DUNIA - Suasana di rumah duka buruh pemecah batu bernama Ameril Alias Asep (52) warga Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi di Jalan Sekip, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (4/7/2025) pagi. 

MENTOK, BABEL NEWS - Ameril alias Asep (52) warga Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi di Jalan Sekip, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Senin (4/8) pagi. Asep yang bekerja hari-harinya sebagai pemecah batu ini, ditemukan meninggal dunia dengan posisi telungkup dan setengah telanjang.

"Jadi dari Polres Bangka Barat pada Senin pukul 04.30 WIB, menerima laporan dari masyarakat, terkait adanya penemuan mayat di daerah Sekip, Kelurahan Sungai Daeang, Kecamatan Mentok," kata KBO Satreskrim Polres Bangka Barat, Iptu Muhammad Harits Arlianto saat ditemui di RSUD Sejiran Setason.

Harits mengatakan, anggota dari Polres Bangka Barat dan Polsek Mentok telah melakukan pemeriksaan terhadap penemuan mayat tersebut. "Setelah mendapatkan laporan itu, anggota datang ke TKP. Melakukan olah TKP bersama anggota Satreskrim, dan unit Identifikasi Polres Babar dan Polsek Mentok," katanya.

"Kami langsung ke TKP. Melihat seorang pria berusia sekitar 50 tahun di kamar mandi, dengan posisi telungkup. Dengan berpakaiannya setengah telanjang, karena disinyalir, ia baru selesai BAB," jelasnya.

Harits mengakui, dari hasil pemeriksaan awal, setelah dibawa ke RSUD, dan visum luar, dugaan awal, disebabkan serangan jantung. "Karena menurut keterangan pemilik rumah dan teman korban sempat mengeluh capek dan juga sempoyongan ketika dibawa ke tukang urut," kata Harits.

Diakui Harits, rumah tempat ditemukan jenazah Asep merupakan rumah tukang urut tradisional, korban sempat ingin diurut, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. "Jadi itu rumah tukang urut, korban dibawa ke tukang urut. Setelah diurut, ternyata mengalami lemas. Itupun bukan karena tukang urut, sebelumnya beliau mengeluh sakit dan lemas jadi tukang urut tidak berani, disarankan ke mantri," ujarnya.

Pihaknya memastikan, telah melakukan visum luar untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda kekerasan. "Kita ingin melihat adakah kekerasan di tubuh korban, visum luar tidak ditemukan tanda kekerasan seperti itu," katanya.

Kepolisian juga telah berkoordinasi ke perangkat desa dan teman korban untuk dilakukan pemakaman. "Diupayakan menghubungi keluarga korban untuk selanjutnya dikebumikan di Desa Air Putih, Kecamatan Mentok. Ia ini berasal dari Jawa Tengah, Kabupaten Batang, pekerjaan di KTP wiraswasta dan keterangan dari temannya sebagai pemecah batu di Air Putih," ungkapnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved