Berita Bangka Selatan
Petani Desa Rias Mulai Panen Padi, 43 Ton GKP Terserap Penggilingan Mitra Bulog
Petani padi di sentra produksi Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai memasuki panen padi secara parsial.
TOBOALI, BABEL NEWS - Petani padi di sentra produksi Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai memasuki panen padi secara parsial. Artinya, memanen sebagian padi dari suatu lahan, bukan seluruhnya, pada waktu yang sama.
Seorang petani, Badrin (45) mengatakan saat ini sejumlah petani sudah memasuki masa panen padi mulai pekan kemarin. Panen dilakukan secara parsial yakni sebagian lahan padi sudah siap panen, tetapi sebagian lainnya belum.
Padi dipanen seluruh petani merupakan padi dengan Indeks Pertanaman (IP) 200. Sistem ini merupakan upaya tanam padi dua kali dalam satu tahun pada lahan yang sama. "Saat ini sudah panen kedua kalinya yang merupakan IP 200," kata Badrin, Kamis (21/8).
Badrin mengaku, hasil panen IP 200 mengalami penurunan dibandingkan dengan IP 100 yang telah dipanen pada bulan April 2025 lalu. Penurunan produksi padi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perubahan iklim. Selain itu, faktor lain seperti hama dan penyakit tanaman, serta pengelolaan lahan dan air yang kurang optimal juga turut berperan.
Hasil panen IP 100 awal tahun lalu mencapai 2,5 ton beras untuk dua petak sawah miliknya. Sementara panen IP 200 hanya menghasilkan 33 karung gabah kering panen (GKP) dengan berat kurang lebih 1,5 ton. "Kalau hasil panen IP 200 hasilnya kurang. Karena faktor cuaca dan penyakit serta hama yang menyerang padi," jelas Badrin.
Walaupun hasil panen anjlok lanjut dia, petani masih merasa bersyukur lantaran harga jual GKP tetap stabil. Mayoritas petani turut menyambut positif kebijakan pemerintah menetapkan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kewajiban itu berlaku bagi Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan penggilingan-penggilingan padi. "Alhamdulillah, untungnya harga gabah tetap stabil Rp6.500 per kilogram," ucapnya.
Usai panen, dirinya akan langsung kembali melakukan pengolahan lahan untuk ditanami padi IP 300. Percepatan ini merupakan upaya konkret menjaga kesinambungan produksi pangan. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengejar target produksi yang lebih tinggi. "Setelah ini tanah langsung diolah lagi untuk ditanami padi IP 300," pungkas Badrin.
Diketahui, puluhan ton gabah kering panen (GKP) berhasil diserap penggilingan padi mitra Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) di Kabupaten Bangka Selatan. Diprediksi jumlah serapan padi akan terus bertambah menjelang masa panen raya.
Pemilik penggilingan padi Mitra Bulog di Desa Rias, Iman mengatakan hingga saat ini pihaknya berhasil menyerap 43 ton GKP dari para petani. GKP itu diserap dari tiga wilayah sentra produksi padi sekaligus areal persawahan di tiga wilayah yang ada di dua kecamatan. Yakni di Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar. Kemudian, Desa Rias dan Parit Dua, Desa Kepoh, Kecamatan Toboali.
"Kami selaku penggilingan mitra Bulog berhasil menyerap 43 ton GKP dari tiga desa sentra produksi padi," kata Iman.
Iman berujar, 43 ton GKP tersebut merupakan hasil panen padi milik petani dengan Indeks Pertanaman (IP) 200. "Untuk IP 100 awal tahun 2025 kami berhasil menyerap kurang lebih 600 ton beras dari lima mitra," ujar Iman.
Adapun harga beli GKP dari para petani saat ini tetap mengacu regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Khususnya beras putih milik petani dibeli dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. "Skema pembelian petani bisa langsung menghubungi mitra jika ingin menjual GKP. Kami akan menjemput langsung di lapangan," ucapnya.
Iman mengaku, tidak ada besaran target besaran serapan gabah di tingkat petani. Apabila ada petani yang menjual GKP pihaknya akan menyerap dengan harga pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia berkomitmen akan membeli gabah di tingkat petani sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga gabah serta bagian dari langkah pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat
"Kami optimistis serapan padi akan bertambah pada masa panen IP 200. Karena luas lahan yang ditanam padi bertambah, jika dibandingkan IP 100," sebut Iman. (u1)
| Petani Mulai Manfaatkan Tiga Drone, Pemkab Basel Salurkan Pengelolaan Melalui Brigade Pangan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Terima Pengelolaan Jalan Inpres |
|
|---|
| TNI dan Warga Kebut Pembangunan Empat Jembatan Garuda |
|
|---|
| Rakor Pembelian TBS Sawit yang Masih di Bawah Harga Acuan, Pemkab Basel Undang 5 Pabrik Sawit |
|
|---|
| 24.297 Warga Belum Terdaftar PBI, Pemkab Bangka Selatan Ajukan Penambahan Kuota |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250821_Panen-PAdi-Desa-Rias.jpg)