Jumat, 10 April 2026

Berita Bangka Tengah

2025, Kasus DBD di Bangka Tengah Naik Signifikan

Dinkes Bangka Tengah mencatat, angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya pada tahun 2025 ini, mengalami peningkatan signifikan.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun saat ditemui di sela agendanya pada, Senin (25/8/2025). 

KOBA, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah mencatat, angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya pada tahun 2025 ini, mengalami peningkatan signifikan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun mengatakan, sampai dengan bulan Juli 2025, kasus DBD di Bangka Tengah sudah hampir menyentuh angka 100 persen seperti tahun sebelumnya.

"Untuk persentase, peningkatan (DBD, red) hampir 100 persen, karena tahun 2024 itu total keseluruhan angka DBD itu sekitar 200-an kasus selama satu tahun. Di tahun 2025 ini, sampai Juli itu angka kasus hampir 200 juga," ujar Zaitun, Senin (25/8).

Diakui Zaitun, adanya data peningkatan DBD di masyarakat itu tidak terlepas dari diperkuatnya pelaksanaan skrining oleh petugas kesehatan kepada masyarakat. "Angka DBD memang meningkat, itu juga berbarengan dengan kita juga untuk skrining DBD itu diperkuat. Harapan kita, dengan ditemukannya lebih banyak kasus kita bisa melakukan pencegahan secara seksama," tambah Zaitun.

Menurutnya, melalui pelaksanaan skrining yang lebih menyeluruh itu diharapkan bisa menekan angka kematian akibat dari penyakit yang disebarkan oleh infeksi virus dengue tersebut. "Jadi tahun ini pemeriksaan memang lebih intens. Kami kemarin ada kegiatan juga bersama dokter spesialis penyakit dalam, terkait tata laksana DBD," jelasnya.

Ia mengakui, dengan proses skrining yang lebih baik itu akan membuat proses penanganan dari pasien DBD itu lebih cepat. "Skrining ini kan lebih banyak, kemudian terdeteksi lebih awal membuat penanganan lebih cepat. Karena biasanya angka kematian DBD itu kan karena terlambat melakukan penanganan," ujarnya.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat untuk terus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing. Menurut Zaitun, hal itu harus itu dilakukan karena saat ini kondisi cuaca juga sering berubah dengan sangat cepat.

"Kalau imbauan pada masyarakat, tentu kami harap meningkatkan PHBS, karena memang kondisi sekarang saat ini kondisi cuaca cepat sekali berubah," ujar Zaitun.

Zaitun menjelaskan, upaya menjaga kesehatan itu juga harus diiringi dengan mengkonsumsi asupan gizi yang harus seimbang. "Kemudian, juga harus banyak mengkonsumsi makanan dengan nilai gizi tinggi untuk meningkatkan metabolisme tubuh," tambahnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved