Kamis, 9 April 2026

Kabar Pangkalpinang

PT Timah Kurangi Emisi Rumah Kaca, Bersama Ikebana dan Lanal Tanam 5000 Mangrove

PT Timah Tbk bersama Yayasan Ikebana dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung menanam 5000 batang mangrove.

Editor: Rusaidah
Istimewa/PT Timah
PT Timah bersama Yayasan Ikebana dan Lanal Bangka Belitung saat menanam 5000 mangrove. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - PT Timah Tbk bersama Yayasan Ikebana dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung menanam 5000 batang mangrove di Kawasan Mangrove Terpadu di Pesisir Pantai Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (26/7).

Kegiatan penanaman mangrove dilakukan memperingati Hari Mangrove Sedunia yang dilaksanakan serentak secara nasional dan terhubung melalui teleconference yang dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Pantai Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Pelaksanaan penanaman mangrove di Kawasan Mangrove Terpadu Pesisir Pantai Rebo ini turut dihadiri Ketua Yayasan Ikebana Ervawi, Danlanal Babel Dadan Hamdani, General Manager PT Timah Ahmad Syamhadi, Forkompinda, masyarakat dan para pelajar.

Peran ekosistem mangrove yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan sebagai upaya mitigasi krisis iklim serta mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah banyak.

Dalam kesempatan ini, secara virtual Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, penanaman mangrove menjadi agenda penting nasional.
Indonesia memiliki luasan mangrove sebesar 3,31 juta atau 23 persen dari luasan mangrove dunia. Menjaga mangrove sebagai upaya untuk penanggulangan bencana dan perubahan iklim.

"Kita punya komitmen untuk dunia mengurangi emisi gas rumah kaca, mangrove bagian yang cukup strategis dalam rangka penurunan emisi rumah kaca," ucapnya dalam rilis, Selasa (26/7).

Tak hanya pada kesepatan ini penanaman mangrove di kawasan mangrove terpadu ini telah dilakukan PT Timah bersama Yayasan Ikebana sejak tahun 2010 silam dengan luas wilayah tanam mencapai 30 Hektare (Ha).

Pelaksanaan penanaman yang dilakukan secara konsisten, setidaknya sudah puluhan ribu mangrove ditanam sebagai upaya rehabilitasi mangrove dan memperluas wilayah penanaman.

Danlanal Babel Dadan Hamdani mengatakan, turut mengapresiasi program penanaman mangrove serentak sebagai upaya penanggulangan bencana alam dan perubahan iklim global.

"Hutan mangrove memiliki fungsi yang besar sebagai tumbuhan yang mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai. Dalam rangka hari

Mangrove Sedunia jajaran TNI AL melakukan penanaman mangrove serentak dengan tema sinergisitas penanaman mangrove nasional secara serentak tahun 2022 TNI AL siap mendukung program penanggulangan bencana dan perubahan iklim global," katanya.

Ia menyebutkan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan generasi mendatang.

"Melalui acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya mangrove sebagai penjaga ekosistem laut. Setelah ditanam kita jaga, pelihara agar kelak generasi mendatang dapat menikmati lingkungan hidup yang baik," tegasnya.

Ketua Yayasan Ikebana Ervawi mengatakan, jika keberadaan magrove di Kawasan Pesisir Pantai Rebo dulunya rusak, hal ini membuat pihaknya bersama PT Timah terus menggalakkan penanaman mangrove.

"PT Timah percaya dengan Ikebana, kami bersama PT Timah sudah mulai tahun 2010 menanan mangrove di kawasan ini, sekarang sudah sekitar 30 Ha mangrove yang sudah ditanam. Hari ini kita menanam 5000 batang lagi dengan jenis Rhizopora karena lokasinya berlumpur," ungkapnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved