Himasper UBB Ajak Masyarakat Budi Daya Kepiting Sistem Keramba Galon
Himasper Universitas Bangka Belitung (UBB) mengadakan program pemberdayaan masyarakat di Kurau, Kecamatan Koba
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan (Himasper) Universitas Bangka Belitung (UBB) mengadakan program pemberdayaan masyarakat di Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Program tersebut berupa rehabilitas mangrove metode greenhouse dan pembudidayaan kerang serta kepiting sebagai alternatif pendapatan pasca-tambang.
Program ini dilaksanakan setelah Himasper UBB berhasil lolos dan menerima pendanaan melalui Program Peningkatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) oleh Kemendikbudristek Republik Indonesia.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa Himasper UBB 2024, Rizki, dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Minggu (3/11/2024), menyebutkan, program pemberdayaan masyarakat tersebut mencakup kegiatan pembibitan 2.000 mangrove menggunakan metode greenhouse, budi daya kepiting dengan sistem keramba galon, dan budi daya kerang menggunakan metode penangkaran alami.
Melalui kegiatan itu, kata Rizki, Himasper UBB berupaya menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat Kurau pada pasca-tambang.
Selain mahasiswa, program ini juga melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan pembibitan mangrove, pembudidayaan kerang, pembudidayaan kepiting, dan pembuatan produk hasil budi daya, seperti kepiting kerang vakum.
“Pemberdayaan itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove dan perairan bagi lingkungan serta ekonomi, sekaligus memberikan peluang bagi masyarakat dalam memperoleh penghasilan berkelanjutan di masa mendatang,” kata Rizki.
Selain itu, pemberdayaan yang berlangsung dari Juli-November 2024 ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Himasper UBB dalam mendukung pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengelolaan sumber daya perairan yang ramah lingkungan.
Rizki berharap, program tersebut dapat meningkatkan pemahaman serta peluang pendapatan bagi masyarakat setempat dari kegiatan budi daya kerang dan kepiting.
Diharapkan pula dapat menjadi suatu inovasi baru dengan penggunaan metode keramba galon dalam budi daya kepiting dan metode greenhouse dalam pembibitan mangrove.
Dosen pembimbing Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan UBB, Arthur, mengatakan, program pembibitan 2.000 mangrove, budi daya kerang, dan kepiting ini sangat mendukung visi FOLU Net Sink 2030.
"Karena melalui rehabilitasi dan pelestarian mangrove, kita berkontribusi pada peningkatan penyerapan karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca," katanya.
Selain itu, lanjut Arthur, budi daya berbasis penangkaran alami dan sistem keramba galon yang digunakan mahasiswa juga mendukung pendekatan zero waste, meminimalkan dampak lingkungan dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama di Kurau dan wilayah pascatambang.
“Harapan kami, program ini menjadi contoh berkelanjutan yang bisa diterapkan di daerah lain untuk mendukung kelestarian ekosistem,” ucapnya. (w4)
| Apkasindo Bangka Tengah Ajak Manfaatkan Peluang Beasiswa SDM Sawit |
|
|---|
| Propam Polda Periksa Senpi Personel Polres Bateng |
|
|---|
| Minta Evaluasi Harga TBS Sawit, Apkasindo Bersama DPRD Bangka Tengah Gelar Audiensi |
|
|---|
| 16 Warga Bangka Tengah Ikuti Pelatihan Usaha Pembuatan Roti |
|
|---|
| Polres Bangka Tengah Kerja Bakti Bersihkan Perkuburan Hu Chutse Simpang Perlang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20241103_pemberdayaan-masyarakat.jpg)