Jumat, 1 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

16 Warga Bangka Tengah Ikuti Pelatihan Usaha Pembuatan Roti

Sebanyak 16 peserta dari Kabupaten Bangka Tengah mengikuti program tailor made training (TMT) atau pelatihan dasar penyiapan produk roti.

Tayang:
Bangkapos.com
FOTO BERSAMA - Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat menghadiri pembukaan program tailor made training (TMT) atau pelatihan dasar penyiapan produk roti dari BPVP Belitung di Kabupaten Bangka Tengah, yang berlangsung dari 1-13 April 2026. 

KOBA, BABEL NEWS - Sebanyak 16 peserta dari Kabupaten Bangka Tengah mengikuti program tailor made training (TMT) atau pelatihan dasar penyiapan produk roti yang dibiayai oleh DIPA BPVP Belitung, Kemnaker RI tahun anggaran 2026. Agenda yang berlangsung di Gedung Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTK) Kabupaten Bangka Tengah itu berlangsung selama delapan hari, sejak 1-13 April 2026.

Kepala DPMPTK Bangka Tengah, Risaldi Adhari menyampaikan, dalam pelaksanaannya pelatihan diisi oleh Helni, sebagai pemilik produk Bread Hell88 yang juga alumni pelatihan edisi sebelumnya. "Pelatihan yang diberikan meliputi tata cara pembuatan roti. Mulai dari penyiapan bahan, sampai dengan pemasaran roti itu sendiri," ujar Risaldi Adhari, Kamis (2/4).

Risaldi Adhari menjelaskan, pelatihan pembuatan roti dipilih karena merupakan salah satu usaha yang paling realistis untuk dimulai dengan modal kecil. "Dengan modal Rp1 juta saja, selama sudah punya oven di rumah, mereka sudah bisa produksi. Berbeda dengan pelatihan lain yang butuh modal besar di awal," jelasnya.

Ia mengakui, setiap peserta nantinya juga diberikan gambaran agar dapat memasarkan produk dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. "Peserta tidak hanya dituntut unggul dalam rasa, bentuk, kemasan (packaging), dan warna. Tapi harus memperhatikan strategi penjualannya, peserta didorong untuk aktif melakukan penetrasi pasar," ujarnya.

Ia juga berharap, program tersebut mampu menjadi salah satu cara membuka lapangan kerja di tengah masyarakat. "Kemudian dalam hal penyerapan tenaga kerja, meski awalnya bersifat informal, usaha ini berpotensi besar menyerap tenaga kerja lokal jika sudah berkembang di kemudian hari," pungkasnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved