Berita Bangka
Pasar Murah di Kabupaten Bangka, Pemkab Siapkan 80 Ton Beras
Penjabat (Pj) Bupati Bangka, Jantani Ali membuka secara langsung kegiatan pasar murah yang digelar di Pasar Inpres Kelurahan Srimenanti.
SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Penjabat (Pj) Bupati Bangka, Jantani Ali membuka secara langsung kegiatan pasar murah yang digelar di Pasar Inpres Kelurahan Srimenanti, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (30/8) pagi. Total, ada sebanyak 80 ton beras SPHP, 17 ton gula dan 17 ton minyak goreng yang disiapkan untuk masyarakat Kabupaten Bangka.
Jantani Ali mengakui, antusias masyarakat sangatlah tinggi. "Kegiatan pasar murah ini sudah masif kita laksanakan, termasuk bersama dengan TNI dan Polri juga, di kecamatan-kecamatan di polsek-polsek," kata Jantani Ali.
Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah wujud serta peran pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bangka. "Se-Indonesia serentak kegiatan ini. Untuk di Kabupaten Bangka juga di seluruh kecamatan kita laksanakan," ujarnya.
Dirinya berharap masyarakat memanfaatkan momentum ini sehingga merasakan manfaat kegiatan gerakan pangan murah (GPM) ini. "Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus terlaksana supaya dapat membantu masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil dan merata ini," harapnya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah mengatakan, kegiatan GPM diselenggarakan serentak seluruh Indonesia. "Jadi ini serentak di hampir 7 ribu kecamatan se-Indonesia dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia," kata Syarli Nopriansyah.
Dirinya berharap semua masyarakat mendapatkan manfaat beras murah Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari program GPM tersebut. "Karena dengan situasi harga di pasaran mulai naik, dan stok beras di Bulog masih banyak, sehingga mudah kita menyalurkan ini," ujarnya.
Dirinya juga berharap, semua masyarakat dapat terbagi dan merasakan manfaat dari beras murah SPHP bulog ini. "Kami berharap ini tetap berlanjut, kita akan kerja sama lebih baik dengan TNI maupun Polri agar ini tetap rutin sehingga masyarakat tidak panik dengan kondisi harga beras di pasaran yang naik," ungkapnya.
Syarli Nopriansyah menyebut, kondisi harga beras di pasaran sudah mulai beranjak baik. Rata-rata, harga beras medium di pasaran berada di angka Rp14 ribu per kilogram. Sedangkan, harga beras SPHP jika dilihat dari harga gudang sekitar Rp11.300 per kilogram atau Rp56.500 per karung 5 kilorgam.
"Jadi harga untuk beras SPHP yang kita jual hari ini adalah harga gudang. Per karung 5 kilogram dijual dengan harga Rp56.500," tuturnya.
Selain beras, program GPM juga menjual komoditas bahan pokok lainnya, yaitu minyak goreng dan gula pasir. Meski begitu, dua komoditas yang dijual itu merupakan produk kategori premium. "Minyak dan gula itu kategori premium, tapi harga Bulog karena stok yang kurang. Tetapi kalau stok beras cukup banyak di gudang Bulog kita," ujarnya.
Ia memastikan bahwa stok beras untuk Kabupaten Bangka, khususnya beras bulog SPHP dipastikan tersedia. "Hari ini saja 80 ton serentak, bahkan ada beberapa kecamatan yang minta tambah, kemungkinan hari ini bisa 85 ton (tersalurkan-red). Jadi enggak perlu panik, semuanya terbagi. Cuma memang sementara satu orang itu maksimal kita bolehkan beli 2 karung (beras 5 kg), karena kalau semuanya mau borong-borong, nanti yang lainnya enggak kebagian," jelasnya. (u2)
| Anak Buruh Harian Jadi Duta GenRe Bangka Barat |
|
|---|
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Personel Polres Bangka Barat Harus Siaga Berikan Pelayanan |
|
|---|
| Implementasikan PP TUNAS demi Cetak SDM Unggul, Pemkab Bangka Siap Bentengi Akses Digital Anak |
|
|---|
| Satpol PP Gencar Tertibkan Obat Kesehatan Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250830-PASAR-MURAH-Kegiatan-pasar-murah-yang-diselenggarakan-1.jpg)