Berita Pangkalpinang
Babel Punya 640 Daya Tarik Wisata, Didominasi Wisata Alam dan Budaya
Saat ini Negeri Serumpun Sebalai memiliki 640 daya tarik wisata yang terdiri atas 372 wisata alam, 216 wisata budaya, dan 52 wisata buatan.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Bangka Belitung menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Januari hingga Juli 2025 sebanyak 2,86 juta wisnus mengunjungi Babel.
Angka ini meningkat 55,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 1,84 juta orang.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Provinsi Babel, Wydia Kemala Sari, menyebutkan, pertumbuhan tersebut tak lepas dari upaya serius dalam pengelolaan destinasi wisata yang makin baik.
“Daya tarik wisata kita makin terkelola dengan baik sehingga menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Babel,” ujar Wydia, Kamis (4/9/2025).
Menurut data Disparbudkepora Provinsi Babel, saat ini Negeri Serumpun Sebalai memiliki 640 daya tarik wisata yang terdiri atas 372 wisata alam, 216 wisata budaya, dan 52 wisata buatan.
Tahun 2024 lalu, tercatat sebanyak 482.541 tamu menginap di hotel berbintang, yang didominasi wisatawan Nusantara sebanyak 476.904 orang dan 6.637 wisatawan mancanegara.
“Peningkatan sektor pariwisata tidak hanya didorong oleh pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendampingan terhadap pelaku usaha pariwisata. Pendampingan ini penting agar para pelaku usaha wisata bisa meningkatkan kualitas layanan, memahami tren pasar, serta memperkuat daya saing Babel di kancah nasional maupun internasional,” tutur Wydia.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, kata Wydia, Pemprov Babel tengah menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (Riparprov) 2025–2045 yang selaras dengan Riparnas.
Strategi ini diperkuat dengan dua payung hukum utama, yakni Perda Ekonomi Kreatif (2018) dan Perda Kepariwisataan (2021).
Salah satu daya ungkit utamanya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung yang masuk dalam 10 destinasi prioritas nasional sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2019.
Lokasinya yang strategis dekat pasar wisata ASEAN menjadi nilai tambah tersendiri.
Lebih lanjut, Wydia mengatakan, Babel dikenal dengan keindahan alam bahari kelas dunia, mulai dari pantai-pantai eksotis hingga pulau-pulau kecil yang masih alami.
Selain itu, Bangka Belitung juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya, seperti Wisma Ranggam, Benteng Toboali, serta warisan budaya multietnik dan kuliner khas yang menggoda.
Tak kalah menarik, saat ini terdapat 99 desa wisata yang tengah dikembangkan sebagai destinasi berbasis masyarakat.
“Semua potensi ini adalah modal besar untuk menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat selain tambang,” ucap Wydia.
Dengan visi “Mewujudkan Babel Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera” periode 2025–2030, Pemprov Babel menetapkan pariwisata sebagai salah satu program unggulan.
“Pariwisata punya multiplier effect yang kuat, sangat prospektif, dan layak menjadi penyokong utama transformasi ekonomi Babel,” kata Wydia.
Bergeser ke private tourism
Sebelumnya, Dosen Program Studi Pariwisata Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Zakia Ayu Lestari, Rabu (3/9/2025), mengatakan, pergeseran tren wisata dari mass tourism ke private tourism menjadi faktor utama di balik meningkatnya kunjungan wisatawan.
Menurut Zakia, wisatawan kini lebih memilih pengalaman yang personal, tenang, dan sehat seperti wisata kebugaran (wellness tourism) di Belitung atau tur privat ke pulau-pulau kecil yang masih alami.
Selain itu, lanjut dia, kemudahan aksesibilitas, peningkatan promosi digital, serta daya tarik wisata bahari dan kuliner lokal ikut memperkuat posisi Babel sebagai destinasi unggulan di Indonesia.
Meski demikian, Zakia menilai masih ada tantangan besar yang perlu segera dibenahi, terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola destinasi wisata.
“Kondisi pariwisata Babel dikatakan cukup baik, namun masih banyak kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang belum memiliki wawasan standar pariwisata dan keterampilan hospitality. Pengelolaan destinasi di beberapa daerah juga belum terorganisir dengan baik, bahkan sering terjadi perbedaan pendapat antarpengelola,” ujarnya.
Zakia mendorong pemerintah dan para pemangku kepentingan agar lebih aktif melakukan inovasi.
Salah satunya dengan membuka lebih banyak rute penerbangan dari berbagai daerah dan menyediakan tiket dengan harga terjangkau pada periode tertentu.
Ia pun menyarankan agar Bangka Belitung mengembangkan kegiatan pariwisata berskala nasional yang terintegrasi dengan kearifan lokal.
Misalnya, menyelenggarakan festival budaya di lokasi-lokasi ikonik seperti Gebong Memarong di Air Abik. (t3)
| Kaji Dokumen Policy Brief Mangrove, KKMD Babel Berupaya Tingkatkan Kualitas Hutan Mangrove |
|
|---|
| SMPN 7 Pangkalpinang Toreh Prestasi Nasional |
|
|---|
| Sambut Penerbangan Internasional Singapura-Belitung, Babel Usulkan Penyusunan Paket Wisata Terpadu |
|
|---|
| Ratusan Polisi Babel Ikuti Sertifikasi Kompetensi Penyidik |
|
|---|
| Akses Sanitasi Aman Baru 7,61 Persen, Pemprov Babel Jalankan Program PPSS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20250907_Widya-Kemala-Sari.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.