Berita Pangkalpinang

Cegah Radikalisme, Densus 88 Perkenalkan Duta Cegah di Babel

Densus 88 Anti Teror Satgaswil Bangka Belitung, menjalin kolaborasi erat dengan tokoh pemuda lintas agama dan tokoh Konghucu.

Istimewa
Perayaan Ching Se Ku di Kelenteng Setia Budi Benteng Mesu, Kabupaten Bangka Tengah. 

PANGKALANBARU, BABEL NEWS - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Satgaswil Bangka Belitung, menjalin kolaborasi erat dengan tokoh pemuda lintas agama dan tokoh Konghucu. Sinergi ini ditujukan untuk memperkuat, upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di wilayah tersebut.

Acara yang digelar bertepatan dengan perayaan Ching Se Ku pada Sabtu (6/9) malam, di Kelenteng Setia Budi Benteng Mesu, Kabupaten Bangka Tengah ini menandai pendekatan humanis Densus 88 dalam melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dalam acara yang dihadiri sekitar 4.500 orang, Densus 88 juga memperkenalkan Duta Cegah.

Inisiatif strategis ini bertujuan untuk menciptakan garda terdepan di masyarakat yang mampu, menyuarakan pesan damai dan membangun ketahanan terhadap infiltrasi paham ekstremisme. Tokoh-tokoh pemuda dari berbagai agama turut hadir dan menegaskan pentingnya persatuan serta toleransi, hingga menyuarakan kewaspadaan terhadap bahaya laten radikalisme yang dapat menggerus sendi-sendi kehidupan berbangsa.

Tokoh Masyarakat Agama Konghucu, Mario Then menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis Densus 88. "Kita hidup dalam keberagaman. Paham radikal adalah ancaman nyata bagi harmoni ini. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat," ujar Mario, dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Minggu (7/9).

Ketua Forum Pemuda Lintas Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zamzam menegaskan, pencegahan terorisme adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat. "Melibatkan tokoh agama dan pemuda lintas iman menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan narasi tandingan terhadap ideologi kekerasan," tegas Zamzam.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa Bangka Belitung, berdiri teguh dalam keberagaman. "Masyarakatnya bersatu menolak kekerasan dan menjunjung tinggi, nilai-nilai kemanusiaan serta persatuan bangsa," ujarnya. (*/riz)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved