Rabu, 22 April 2026

Berita Bangka

Pemkab Bangka Dukung Sarana Asimilasi dan Edukasi Warga Binaan

Pemerintah Kabupaten Bangka bersama sejumlah instansi melakukan serangkaian acara di Lahan Lapas Sungailiat yang berada di Desa Kimak.

Istimewa/ Dinkominfotik Bangka
PERESMIAN SAE - Kegiatan penanaman pohon dan peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi warga binaan di lahan milik Lapas Sungailiat, Selasa (9/9/2025) Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Bangka. 

MERAWANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka bersama sejumlah instansi melakukan serangkaian acara di Lahan Lapas Sungailiat yang berada di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Selasa (9/9). Adapun beberapa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yakni penanaman pohon kelapa secara serentak, peresmian sarana asimilasi dan edukasi (SAE), serta penandatanganan kerja sama dengan 13 instansi.

Pj Bupati Bangka, Jantani Ali menyebut, ketahanan pangan merupakan pilar utama menjaga keberlangsungan hidup bangsa dan memiliki kaitan erat dengan kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan bahkan ketahanan nasional. "Sinergitas antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi dan para petani memiliki peranan penting dalam menjaga hal ini tetap efektif," kata Jantani Ali.

Pihaknya pun menyambut baik program ketahanan pangan juga melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia yang bertujuan memberdayakan warga binaan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. 

Program ini dilaksanakan dengan pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan telah dilaksanakan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal lapas, tetapi juga untuk berkontribusi bagi masyarakat luas.

"Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran dan keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat," ungkapnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Provinsi Bangka Belitung, Herman Sawiran mengatakan, peresmian sarana asimilasi dan edukasi (SAE) ini menjadi ruang pembinaan yang kesempatan kedua bagi mereka (warga binaan) yang sedang menjalani proses asimilasi. "Kita percaya bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berubah dan berkembang," ucap Herman.

Dirinya mengajak untuk menjadikan sarana ini sebagai alat perubahan, bukan hanya bagi individu, tetapi bagi masyarakat secara luas. Serta pula menjadikan hal ini sebagai titik awal dari perubahan yang berdampak. "Semoga langkah-langkah yang kita ambil hari ini membawa manfaat besar bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa," harapnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved