Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka

22 Desa di Kabupaten Bangka Belum Miliki Perpustakaan

Belum semua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bangka memiliki perpustakaan. Total baru 3 kelurahan dan 40 desa yang memiliki perpustakaan.

(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
MINAT BACA - Pj Sekda Bangka, Thony Marza saat memimpin rapat tentang (TPBIS) dan Rapat Usulan Calon Penerima Bantuan Bacaan bermutu Tahun 2026 untuk meningkatkan minat baca, Senin (22/9/2025) di Gedung Kearsipan Bangka. 

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka, Mina mencatat belum semua desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bangka memiliki perpustakaan. Total baru 3 kelurahan dan 40 desa yang memiliki perpustakaan

Hal tersebut disampaikan saat rapat Penguatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) dan Rapat Usulan Calon Penerima Bantuan Bacaan bermutu Tahun 2026, di Ruang Studio Lantai 2 Kearsipan, Senin (22/9).

"Kami juga meminta untuk 22 desa dan kelurahan yang belum ada perpustakaannya juga membuat usulan bahan bacaan bermutu tahun 2026, dan akan diterima pada tahun depan," ucap Mina.

Dirinya juga berharap, perpustakaan yang ada di Kabupaten Bangka memiliki peningkatan sesuai standar nasional perpustakaan. "Karena program TPBIS yang selama ini didukung oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) itu dapat dijalankan di seluruh desa dan kelurahan dengan baik dan TPBIS ini bukan hanya kegiatan baca buku tapi ada kegiatan kegiatan proaktif, kreatifitas, inovasi dan lainnya," ujarnya.

Pj Sekda Bangka, Thony Marza menyebut, melalui rapat yang diikuti oleh pemerintah desa dan kelurahan tersebut dapat menambah wawasan tentang perpustakaan untuk membuka pemikiran tentang pembentukan dan perkembangan perpustakaan. "Pada kesempatan ini kami mengharapkan agar para lurah kades dan semua unsur yang terlibat di situ untuk mampu menggairahkan minat baca ini," kata Thony Marza.

Menurutnya, dengan membaca dan menulis tentunya akan meningkatkan daya analitik dan pemahaman terhadap fenomena-fenomena yang ada di dalam kehidupan. Diakuinya, sejauh ini sudah banyak desa yang sudah membangun perpustakaan, namun yang menjadi persoalan bukan hanya pembangunan fisiknya, tetapi yang paling penting itu mengajak elemen yang ada di kelurahan atau desa bergairah untuk menumbuhkan minat baca.

"Untuk menumbuhkan minat baca ini tidak mudah, karena sebanyak apa pun buku yang kita pajang di perpustakaan kalau tidak ada yang membacanya akan menjadi sia-sia, jadi di dalam perpustakaan itu juga harus ada kegiatan untuk menuntun mengadopsi budaya membaca dan menulis," jelasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved